Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengunjungi Mustaram (55), korban kebakaran di Desa Kerekeh. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengunjungi Mustaram (55), korban kebakaran di Desa Kerekeh, kemarin. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi pada Jumat sebelumnya.

Kebakaran yang diduga dipicu arus pendek listrik itu menghanguskan rumah milik Mustaram beserta satu unit sepeda motor, komoditas hasil panen, perlengkapan pertanian, dan berbagai barang berharga lainnya. Sejumlah rumah di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut terdampak. Akibat kejadian tersebut, kerugian korban diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

Baca Juga:  Widyaiswara dan Masa Depan ASN : Dari Jamnas NTB, Inovasi Jadi Kekuatan Birokrasi

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah yang menimpa keluarga Mustaram. Selain menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, ia meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) bersama Pemerintah Desa Kerekeh untuk segera mengambil langkah penanganan secara maksimal guna membantu pemulihan kondisi korban.

H. Ansori juga mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu keluarga yang tertimpa musibah. Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam meringankan beban korban.

Baca Juga:  Tragedi Tambang Lantung, Berlian Rayes Desak Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB Segera Bertindak

Ia menegaskan bahwa kebakaran yang dipicu arus pendek listrik telah beberapa kali terjadi di Kabupaten Sumbawa dalam sebulan terakhir. Karena itu, masyarakat diimbau agar lebih meningkatkan kewaspadaan dengan rutin memeriksa instalasi dan sambungan listrik di rumah masing-masing guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Tingkatkan kewaspadaan agar kebakaran akibat korsleting listrik tidak kembali terjadi,” tegas H. Ansori. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap masyarakat semakin peduli terhadap aspek keselamatan kelistrikan di lingkungan masing-masing sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga. (*)

Baca Juga:  DPRD NTB Terima Penjelasan Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Naik Rp319 Miliar