
NUSRAMEDIA.COM — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, pemerintah desa, masyarakat serta elemen lainnya.
Salah satu langkah yang didorong adalah mengarahkan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD agar mendukung program prioritas daerah, termasuk percepatan penanganan stunting.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Syamsul Hidayat, menegaskan bahwa pokir DPRD pada prinsipnya harus sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan serta mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih.
Menurutnya, penanganan stunting menjadi salah satu program yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, DPRD membuka ruang untuk mendorong agar pokir anggota dewan turut diarahkan pada upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.
“Kami kemarin, bahkan dalam rapat bersama teman-teman TAPD, mendorong agar pokok-pokok pikiran DPRD sesuai dengan amanat undang-undang, yakni mengawal visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih,” katanya.
“Salah satu program unggulan Pak Jarot-Ansori ini juga termasuk stunting. Jadi, tidak menutup kemungkinan pokir anggota DPRD turut kami dorong ke arah penanganan stunting,” sambung Syamsul Hidayat kepada NUSRAMEDIA.
Ia menilai, persoalan stunting perlu menjadi perhatian bersama mengingat dampaknya terhadap kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, diperlukan langkah konkret, terarah, dan berkelanjutan agar upaya penurunan angka stunting dapat berjalan lebih efektif.
Pemda dan DPRD Perkuat Sinergi
Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga mengatakan, bahwa penanganan stunting saat ini telah menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD, menurutnya, siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.
Ia juga menyebut bahwa Sumbawa pernah meraih prestasi dalam penanganan stunting. Capaian tersebut, kata dia, semestinya menjadi motivasi untuk kembali memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, sekarang ini stunting menjadi salah satu fokus pemerintah daerah kita. Kami tentunya sebagai bagian dari penyelenggara daerah ikut mendorong,” ujar Dewan Dayat kerap ia disapa.
“Kami sudah sepakat, bahkan kemarin (beberapa waktu lalu) bersama Pak Bupati, bagaimana angka stunting ini bisa ditekan. Sumbawa pernah meraih prestasi terkait stunting, dan itu sebenarnya harus dijadikan motivasi,” ungkapnya.
Untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan, Dewan Dayat menilai perlu dilakukan pengecekan langsung ke lapangan. Kunjungan ke puskesmas serta penelusuran data stunting dinilai penting untuk mengetahui kondisi terkini, mengidentifikasi kendala, dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Dengan demikian, masih kata dia, kebijakan dan program yang dirancang pemerintah daerah maupun DPRD Sumbawa dapat lebih sesuai dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Kesadaran Masyarakat Jadi Tantangan
Selain penguatan program dan pelayanan kesehatan, Syamsul Hidayat menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai salah satu tantangan dalam penanganan stunting.
Ia mengapresiasi upaya petugas puskesmas dan tim posyandu yang secara rutin turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan pemantauan. Dukungan pemerintah desa juga dinilai telah berjalan melalui keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan penanganan stunting.
Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam memberikan informasi dan mengikuti proses pemantauan yang dilakukan petugas.
“Posyandu tetap berjalan dan teman-teman puskesmas juga terus melakukan kegiatan. Tetapi, tingkat kesadaran masyarakat ini menjadi ‘PR’ besar bagi kita, termasuk bagi tim posyandu,” katanya.
“Setiap minggu mereka turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, sementara dari pihak desa juga sudah berupaya maksimal. Namun, kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan,” lanjut Dewan Dayat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar proses pendataan dan pemantauan berjalan optimal. Informasi yang akurat mengenai kondisi anak dan keluarga menjadi bagian penting dalam menentukan intervensi yang dibutuhkan.
Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar warga semakin memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, memanfaatkan layanan posyandu, serta bekerja sama dengan petugas kesehatan.
Penanganan Harus Berangkat dari Kondisi Lapangan
Syamsul Hidayat berharap penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga didukung keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, evaluasi lapangan, penguatan pelayanan kesehatan, optimalisasi peran posyandu, serta dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat sasaran harus berjalan beriringan.
DPRD, lanjutnya, akan terus mendorong langkah-langkah yang mendukung program prioritas pemerintah daerah, termasuk upaya menekan angka stunting.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya menurunkan angka stunting di Sumbawa diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. (*)













