
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperjuangkan pemerataan akses listrik agar masyarakat hingga pelosok desa dapat menikmati layanan energi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusulkan dusun-dusun yang belum menikmati listrik agar menjadi prioritas dalam Program Listrik Perdesaan (Lisdes).
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/10/2026).
Didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Ivan Indrajaya, S.T., M.M., Bupati mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT PLN (Persero) agar akses listrik dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
Listrik Jadi Kebutuhan Dasar Masyarakat
Bupati menegaskan bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, melainkan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Ketersediaan listrik juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.
Karena itu, perluasan jaringan listrik menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan akses infrastruktur antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Program Lisdes 2026 Menjangkau Sejumlah Wilayah
Program Lisdes Tahun Anggaran 2026 telah berjalan di sejumlah wilayah Sumbawa, antara lain Mungkin, Tepal, Baturotok, Tangkam Pulit, dan Bao Desa.
Pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Untuk memperlancar pembangunan jaringan listrik, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan kesiapan mendukung melalui pembukaan akses jalan menggunakan alat berat milik daerah, fasilitasi perizinan, bantuan penyiapan lahan sesuai kewenangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Pemkab Sumbawa Siap Perkuat Dukungan untuk PLN
Bupati Sumbawa menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah diperlukan agar pembangunan jaringan listrik dapat berjalan lebih lancar dan menjangkau wilayah yang selama ini belum menikmati layanan tersebut.
“Kami siap mendukung penuh program Lisdes. Sinergi dengan Kementerian ESDM dan PLN perlu terus diperkuat agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau dusun-dusun yang hingga kini belum teraliri listrik,” tegas Bupati.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama lintas pemerintahan dan sektor dalam mempercepat pemerataan akses listrik di Kabupaten Sumbawa.
Dusun yang Belum Berlistrik Diusulkan Jadi Prioritas 2027
Selain mengawal pelaksanaan program tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mendorong agar dusun-dusun yang belum teraliri listrik masuk dalam perencanaan Program Lisdes 2027.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan perluasan jaringan listrik berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga wilayah yang belum terjangkau dapat memperoleh kesempatan untuk menikmati akses energi.
Pemkab Sumbawa berharap usulan tersebut mendapat tindak lanjut melalui koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah daerah, dan PLN.
Pemerataan Listrik untuk Membuka Peluang dan Meningkatkan Kesejahteraan
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pemerataan listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan di rumah-rumah warga. Lebih dari itu, ketersediaan listrik dapat membuka peluang ekonomi, memperluas akses terhadap layanan dasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui penguatan sinergi dan perencanaan yang berkelanjutan, perjuangan menghadirkan listrik hingga pelosok desa diharapkan terus berjalan agar masyarakat di seluruh wilayah Sumbawa dapat menikmati manfaat pembangunan secara lebih merata. (*)













