ADVERTORIAL

Dukung “Zero Waste”, DLH Programkan Bebas Sampah Mulai Tingkat Desa

82

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemda Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera memprogramkan bebas sampah mulai tingkat desa dan Kecamatan.

Ini sebagai bentuk upaya dukungan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang mencanangkan “NTB Zero Waste”.

Sekretaris Dinas LH Kabupaten Sumbawa, A. Malik S.Sos mengatakan, sebelumnya pihaknya telah diundang mengikuti rapat koordinasi terkait NTB Zero Waste.

Dalam pertemuan tersebut, memiliki komitmen program yang dapat terintegrasi antara Pusat, Provinsi dan Daerah.

Kemudian bentuk dukungan dari Pemda Sumbawa sendiri yakni dengan program bebas sampah mulai tingkat desa dan Kecamatan.

Baca Juga:  Pemda dan DPRD KLU Teken Nota Kesepakatan KUA PPAS APBD-P 2021

“Bentuk dukungan Pemda Sumbawa sekarang, itu kita akan memprogramkan bebas sampah mulai dari tingkat desa dan kecamatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/2).

Diterangkannya, dalam program ini nantinya Pemda akan menyiapkan sarana angkutan sampah seperti roda tiga dan kontainer.

Sementara pihak desa akan memilah dan mengangkat sampah, sedangkan Kecamatan menyediakan TPA sementara. Ini nantinya akan ada dalam regulasi, yang saat ini masih dalam proses penyusunan

“Kita sedang menyusun regulasinya sekarang dan kita juga akan melakukan rapat koordinasi. Regulasi yang akan kita susun itu, sumber sampah nya seperti apa, yang memilah sampah siapa, mengangkut sampah siapa dan itu nanti kita bagi peran per peran. Masyarakat yang memilah sampah, desa mengangkut sampah, kecamatan menyediakan TPA, kami mengangkut sampah dari masyarakat ke TPA,” paparnya.

Baca Juga:  Kadiskominfotik Tinjau Pelaksanaan SKD CPNS NTB

Selain program bebas sampah mulai tingkat desa ini, bentuk lain dukungan yang dilakukan oleh Dinas LH yaitu terus mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan dengan sistem pengaturan pengangkutan. Termasuk tim reaksi cepat yang masih gencar dilakukan.

“Program lain, kita bermasalah di seluruh kecamatan ini dimana kita tidak ada tempat membuang sampah untuk ditingkat kecamatan. Karena rata-rata di desa sekarang sudah ada sarana dalam bentuk roda 3, tapi mau membuang kemana ini menjadi persoalan kita. Memang kita harus menyediakan TPA sementara di masing-masing kecamatan program kita. Untuk di kota sistem pengangkutan dan tim reaksi cepat masih dilakukan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Ajukan 5 Buah Raperda

“Armada sekarang ini total 17 unit terdiri dari truk dan amrol yang jalan. Itu mengcuffer dari barat hingga timur, karena sekarang sampah di Empang, Plampang kita bawa ke Raberas. Itu makanya kita susun regulasi,” demikian Malik menambahkan. (*)

Artikel sebelumyaJawaban Gubernur NTB atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi
Artikel berikutnyaBPBD Kebut Pencairan Bantuan Dana Gempa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here