EKBIS

Bantuan Paket Sembako, Doktor Zul : Harus Gunakan Produk Lokal NTB!

63
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah

NUSRAMEDIA.COM — Sebagai bentuk kepedulian serta perhatian nyata terhadap UMKM lokal, Gubernur NTB tak pernah berhenti terus menyuarakan dan mengajak semua pihak agar menggunakan produk lokal untuk bantuan paket sembako.

Begitupun pada hari ini, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dengan tegas mengajak Pimpinan Asosiasi dan Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Donatur Bansos Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB agar menggunakan produk lokal dalam bantuan paket sembako bagi warga masyarakat terdampak COVID19 di NTB.

“Karena penggunaan produk UMKM didaerah sendiri, merupakan bagian dari Bela Beli Produk Lokal yang sedang kita digaungkan,” kata Doktor Zul saat acara penyerahan bantuan sosial FKIJK NTB kepada Masyarakat Terdampak COVID19 bersama Kepala OJK, Sabtu (11/9/2021) di GOR Bank Mandiri Jalan Langko Mataram.

Karena menurut Doktor Zul, sering dalam ilmu ekonomi, apabila membeli sebuah prodak harus kualitasnya lebih bagus dan harganya lebih kompetitif. Tapi kadang-kadang dalam kenyataannya ada biaya pembelajaran (coast of learning) yang lebih penting.

Baca Juga:  Kabupaten/Kota di NTB Harus Mampu Melihat Peluang

Oleh sebab itu, bila prodak lokal dari UMKM diberikan kesempatan, walaupun harganya lebih tinggi dan kualitasnya lebih rendah, maka memberikan pelajaran dari proses itu semua.

Dari pengalaman Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) selama ini, ternyata masyarakat dan UMKM di NTB tidak hanya bisa membuat masker, akan tetapi ada pendalaman struktur terhadap prodak-prodak yang lebih canggih teknologinya sedikit.

“Selama ini, bukan karena kita tidak mampu memasarkannya, tetapi kita tidak mampu bersaing dengan prodak yang diproduksi dalam skala yang lebih besar,” jelas orang nomor satu di NTB ini.

Diera pandemi, menghadirkan keberkahan tersendiri yang lebih besar. Jadi menurut Doktor Zul, selama ini Indonesia tidak pernah kokoh ekonominya, karena tidak pernah punya industrialvices yang kuat.

Ditambahkan bahwa institusi keuangan selalu mereduksi pengertian teknologi sebatas fungsi produksi kalau dalam ilmu ekonomi neo classik itu. “Padahal teknologi dapat dipelajari dari luar, didatangkan untuk kemudian dinilai dengan produk kita,” jelas Alumni UI tersebut.

Baca Juga:  Pemprov NTB Didorong Hadirkan Mall UMKM

Para pengusaha lokal dan UMKM, setelah dibeli oleh pemerintah, prodak-prodaknya jauh lebih variatif, tidak hanya memproduksi masker, namun mampu memproduksi sabun, minyak goreng, hand sanitezer, abon, gula, ikan asin kemasan, beras dan sebagainya. “Cuma selama ini, tidak ada yang memberikan apresiasi,” ujar Gubernur Zul.

Sehingga setelah diberikan kepercayaan, produknya dipakai, UMKM lokal lebih percaya diri dan lebih kretif dan terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Oleh sebab itu, costnya bisa ditekan seiring dengan skala produksinya.

“Mudah-mudahan kalau institusi keuangan dan lembaga keungan mulai memikirkan ini, maka dengan dengan sendirinya ekonomi lokal akan lebih baik,” tegas Doktor Zul.

Jadi secara otomatis, akan tercipta lapangan pekerjaan, mengatasi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat di NTB. “Kita harus menjadi tuan rumah ditempat kita sendiri, mengurangi prodak-prodak dari luar, hanya dengan cara itu, munculnya industri lokal menjadi nyata,” pungkas mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Baca Juga:  IKA Unram Gandeng Bank NTB Syariah Terbitkan Kartu Alumni

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Rico Rinaldy menjelaskan bahwa bantuan ini diperoleh dari sumbangan Pimpinan Asosiasi dan Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Donatur Bansos Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, kedepan akan memprioritaskan produk UMKM lokal.

“Kendalanya kemarin, karena keterbatan waktu saja, cuma kita sudah memikirkannya untuk mendorong dan menggunakan produk lokal,” terangnya.

Bantuan ini telah terkumpul sebanyak Rp. 200 juta, yang akan disalurkan dalam bentuk 2000 paket sembako. Paket akan dibagi untuk masyarakat di wilayah Pulau Lombok sebanyak 1500 paket, dan 500 paket di wilayah Pulau Sumbawa. (red) 

Artikel sebelumyaGubernur NTB Serahkan Bantuan 2 Ribu Paket Sembako
Artikel berikutnyaPutus Kontrak GTI, Masyarakat Gili Trawangan : “Terimakasih Pak Presiden, Pak Menteri dan Pak Gubernur”