EKBIS

Kedatangan Siti Ma’rifah Dinilai Bawa Angin Segar Untuk NTB

62
Putri Wapres RI, Dr Hj Siti Ma’rifah (kiri) dan Ketum JKSN NTB, TGH Hazmi Hamzar (kanan)

NUSRAMEDIA.COM — Putri Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yakni, Siti Ma’rifah, Senin sore (22/11) nanti dijadwalkan bakal berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kedatangan putri Wapres di Pulau Seribu Masjid ini disambut baik bahkan gembira oleh Ketua Umum Jaringan Kiyai Santri Nasional (JKSN) Provinsi NTB, Hazmi Hamzar.

Anggota DPRD Provinsi NTB itu bahkan menilai kedatangan Siti Ma’rifah membawa angin segar bagi Nusa Tenggara Barat. “Kami menyambut gembira kehadiran Putri Wapres RI, Ibu Hajjah Siti Ma’rifah Makruf Amin, di NTB,” kata Hazmi Hamzar.

“Apalagi kehadirannya di NTB dengan kapasitas sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Kredit Indonesia Syaria’ah (Askrindo Syari’ah) untuk menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Bank NTB Syariah dengan PT Askrindo Syariah, akan membawa angin segar bagi kemajuan Bank NTB Syariah dan membuat Bank NTB Syariah makin sehat kedepannya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kabupaten/Kota di NTB Harus Kreatif dan Aktif Menangkap Peluang

Oleh karenanya, menurut dia, dengan adanya hal itu masyarakat juga tidak akan ragu lagi untuk menyimpan dananya di Bank NTB Syariah. Karena sudah ada Lembaga Asuransi Syariah yang menjamin keberadaan dananya di Bank tersebut.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, bahwa dengan adanya penandatanganan MoU antara PT Bank NTB Syariah dengan PT Askrindo Syariah ini juga akan lebih memudahkan calon nasabah Bank NTB Syariah dalam mendapatkan kredit di Bank NTB Syariah.

“Dengan adanya MoU antara Bank NTB Syariah dengan PT Askrindo Syariah ini maka calon nasabah Bank NTB Syariah tidak akan kesulitan lagi dalam mencari lembaga penjamin asuransi syariah seperti yang selama ini dirasakan masyarakat,” katanya.

“Sebab kami mendengar banyak keluhan masyarakat bahwa selama ini banyak calon nasabah yang kesulitan mendapatkan kredit di Bank NTB Syariah karena tidak adanya lembaga asuransi kredit syariah yang bisa bertindak sebagai penjamin. Dengan hadirnya kerjasama ini maka Bank tidak akan ragu lagi dalam mengucurkan kreditnya kepada masyarakat karena sudah ada lembaga penjamin asuransinya,” tambanya.

Baca Juga:  Kabupaten/Kota di NTB Harus Kreatif dan Aktif Menangkap Peluang

Ia mencontohkan, ketika terjadi gempa besar di Lombok pada beberapa tahun lalu, fasilitas pendidikan yang dibangun dari kredit di Bank Syariah hancur diguncang gempa.

“Karena tidak diasuransikan, maka nasabah lah yang menderita kerugian karena tidak diasuransikan. Nasabah tetap membayar utuh kredit tersebut padahal bangunannya hancur akibat gempa besar yang terjadi. Dan itu sangat merugikan nasabah karena tidak adanya lembaga asuransi yang bekerjasama dengan pihak Bank,” ungkap Hazmi.

Penandatangan MoU antara PT Askrindo Syariah dengan PT Bank NTB Syariah ini menurutnya akan digelar pada Selasa pagi (23/11) besok di Hotel Prime Park Udayana Kota Mataram.

Baca Juga:  Kabupaten/Kota di NTB Harus Kreatif dan Aktif Menangkap Peluang

“Harapan kami, dengan adanya MoU tersebut, Bank NTB Syariah tidak ragu lagi dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat. Dan Bank NTB Syariah harus segera dan intens melakukan sosialisasi terkait keberadaan Askrindo Syariah ini. Apalagi berdasarkan pengetahuan kami, sedikit sekali Pondok Pensantren di NTB ini yang bekerjasama dengan Bank NTB Syariah,” katanya.

“Dari total 700 Ponpes di NTB ini, paling banter yang bekerjasama dengan Bank NTB Syariah tidak mencapai 100 Ponpes. Ini juga diakibatkan karena kurangnya sosialisasi dan publikasi. Moga saja dengan adanya Askrindo Syariah ini, masyarakat lebih percaya kepada Bank NTB Syariah,” demikian Hazmi Hamzar menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaBupati Sumbawa Kunjungi Mentan Minta Dukungan Pengembangan Food Estate
Artikel berikutnyaSekda Sumbawa Terima Hasil SKB dari BKN