EKBIS

Kepala Diskanlut NTB : “12 IKM Siap Penuhi Pasokan Abon Ikan JPS Gemilang”

313

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) NTB, H Yusron Hadi mengungkapkan bahwa ada sekitar 12 Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) tengah dipersiapkan.

IKM/UKM yang tersebar di wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa itu nantinya akan mengcover program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Dimana rencananya mereka akan memproduksi abon ikon yang akan masuk sebagai salah satu jenis komponen paket sembako tahap dua yang diperuntuklan bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19 di NTB.

Ini kata Yusron Hadi, dari hasil komunikasi dan tinjauan lapangan. Maka IKM/UKM Lokal yang memproduksi abon ikan telah siap memproduksi permintaan dalam program JPS Gemilang tersebut.

“Alhamdulillah, kami bersyukur pada JPS kedua produk para nelayan bisa masuk. Semoga adanya permintaan ini bisa membuat nelayan tersenyum di tengah wabah pandemi Covid-19 saat ini,” ucap Yusron saat ditemui wartawan diruang kerjanya.

Baca Juga:  Vanili Terbaik Indonesia Ada di NTB

Menurut dia, jumlah nelayan tangkap di NTB yang terdata mencapai sebanyak 72 ribu orang. Jumlah tersebut belum termasuk nelayan garam dan nelayan olahan produk perikanan.

Oleh karenanya, sedari awal pihaknya telah mewanti-wanti Dinas Sosial NTB agar mendistribusikan bantuan terdampak Covid-19 juga menyasar pada nelayan.

“Kita paham program JPS Gemilang menyasar 105 ribu KK. Makanya, kenapa kita ajukan jauh-jauh hari data dan nama nelayan itu agar Dinas Sosial juga melakukan verifikasi terkait siapa nelayan yang pantas diberikan program bantuan paket sembako dari Pemprov NTB itu,” tutur mantan Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB tersebut.

Baca Juga:  Vanili Terbaik Indonesia Ada di NTB

Terkait isi abon ikan di paket JPS Gemilang. Dikatakan Yusron, setiap paketnya akan di isi satu ons abon ikan. Teknisnya, untuk distrubusi tahap kedua di gelombang awal akan dikover oleh IKM dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Sedangkan, gelombang berikutnya akan di kover oleh IKM dari Lombok Timur dan Sumbawa. Yang pasti, abon ikan ini barang baru yang kaya akan protein tinggi. Jadi, kita harapkan dengan ada permintaan pada IKM saat ini, maka industri ikutannya berupa tepung ikan juga akan mulai tumbuh di NTB,” demikian H Yusron Hadi.

Sebagaimana diketahui bersama, Gubernur-Wakil Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalillah telah meluncurkan program jaring sosial.

Baca Juga:  Vanili Terbaik Indonesia Ada di NTB

Itu tak lain, dalam rangka meminimalisir dampak ekonomi dan sosial atas wabah Covid-19 di NTB. Salah satunya dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Bantuan ini menyasar masyarakat yang kurang mampu dan Sektor formal/Informal terdampak Covid-19 sebanyak 105 ribu KK.

Bantuan diberikan dalam bentuk paket Sembako dan Paket Suplemen-Masker, berupa beras 10 kg, telur 20 butir, minyak kelapa/goreng, susu kedelai, teh kelor.

Kemudian ada pula, minyak kayu putih/cengkeh, sabun cair/batang, serta masker non medis. Dengan nilai per paket Rp250 ribu/KK/bulan.

Dimana nantinya akan diberikan selama tiga bulan kedepan di masa darurat Covid-19. Dengan total pagu anggaran JPS Gemilang senilai Rp 80 miliar. (red) 

Artikel sebelumyaJohan Rosihan : “Jangan Buat Alasan Defisit Pangan untuk Mempercepat Impor”
Artikel berikutnyaJudi Sabung Ayam di Bulan Puasa, 10 Orang Diamankan Polres Sumbawa