HEADLINE

Akun FB Kadisnakertrans NTB Diretas

193

NUSRAMEDIA.COM — Ditengah pandemi COVID19, nampaknya begitu marak peretasan akun sosial media yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk melancarkan aksinya.

Pasalnya, tak sedikit akun sosial media para pejabat di NTB yang sudah sempat diretas. Terutama di facebook (FB). Sebelumnya Wakil Gubernur NTB. Kemudian, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Kadiskominfotik NTB, Kepala Inspektorat NTB dan masih banyak lagi lainnya.

Hal serupa juga terjadi, kali ini menyasar ke Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi. Selasa pagi (14/9) tadi, ia dikejutkan dengan dengan adanya akun serupa miliknya.

Baca Juga:  Wagub NTB : Stop Diskriminasi Disabilitas!

Bahkan, ia mengaku cukup banyak pihak yang mengkonfirmasi apakah benar tidaknya akun yang bernamakan “Aryadi Gde” tersebut adalah dirinya. “Banyak teman-teman yang konfirmasi secara pribadi. Mereka curiga, masak Pak Gde ganti akun,” ujar Gde Aryadi mengutip bahasa rekannya kepada media ini menerangkan.

Oleh karenanya, ia meminta kepada semua pihak maupun warganet agar tidak menggubris akun tersebut. Baik dalam permintaan pertemanan ataupun chat/messenger untuk meminta apapun mengatasnamakan dirinya.

“Akun ini diretas, kalau ada yang meminta pertemanan dan lain-lain, mohon untuk tidak direspon. Jangan dilayani,” pinta pria yang akrab disapa Gde ini.

Baca Juga:  Najmul Akhyar Gabung ke Perindo

Tak lupa juga, Kadisnakertrans NTB mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak, khususnya teman di FB yang mengkonfirmasi dan menginfokan kepada dirinya bahwa ada akun serupa yang meminta pertemanan dengan profil lengkap seperti akun asli yang dimilikinya.

“Terimakasih kepada semua pihak dan kawan-kawan di FB yang telah mengkonfirmasikan adanya akun bodong itu. Ini sebagai bentuk kehati-hatian dan kewaspadaan untuk mengantisipasi kejahatan didunia maya,” ucapnya.

“Kepada sahabat FB, kami menghimbau untuk lebih hati-hati dan selektif menerima pertemanan dan informasi dari seseorang. Yaitu dengan cara meneliti terlebih dahulu atau tidak terlalu cepat menerima atau meresponnya. Tipsnya adalah kasi jeda waktu, atau biarkan saja dulu, jangan direspon, sambil mencari tahu informasi yang sebenarnya,” demikian Gde Aryadi menambahkan. (red) 

Baca Juga:  Gubernur NTB Terima Penghargaan Provinsi Terbaik IKIP 2022
Artikel sebelumyaKetua PCI NTB Lepas Wasit ke PON Papua
Artikel berikutnyaHari Ini, Pemprov NTB Layangkan Surat Resmi Putus Kontrak ke GTI