HEADLINE

Antisipasi Corona, Ternyata System Keamanan NTB Super Ketat

196

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM –Jika selama ini pemerintah terkesan tidur dan menutup mata dalam menyikapi isu global terkait merebaknya wabah virus corona atau covid-19 ternyata itu hanya anggapan saja.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat nampaknya bekerja dalam diam. Bahkan system keamanan yang diberlakukan sebagai upaya maupun langkah dalam menyikapi virus corona terbilang luar biasa dan super ketat.

Seperti contoh, dengan banyaknya kapal pesiar yang sudah maupun akan berkunjung ke Lombok, NTB hingga beberapa bulan kedepan.

Meski terbilang banyak, bukan berarti semua kapal pesiar dapat diizinkan untuk bersandar di Lombok. Antara lainnya, kapal pesiar Viking Sun. Kapal pesiar yang dikenal super mewah dan besar itu ternyata ditolak oleh Pemprov NTB.

Itu lantaran, awalnya beberapa penumpangnya diindikasikan suspect corona. Dan sebelumnya juga kapal tersebut sudah ditolak kehadirannya oleh Semarang dan Surabaya. Namun setelah di kroscek, indikasi itu tidak terbukti dan dinyatakan negative.

Tapi tetap saja, langkah Pemprov NTB harus diapresiasi, sebab pemerintah sendiri tidak mau kecolongan. “Kemarin awalnya kan ada indikasi. Kita nggak mau dan kita tidak terima. Meski mereka juga mengkonfirmasi nggak ada rute pelayaran ke Lombok,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, kemarin di Mataram.

“Kita membatalkan dan dia juga membatalkan. Kita tidak mau terima kalau ada indikasi. Tapi memang setelah di cek indikasi itu negative. Tapi yaitu tadi kita tetap nggak mau. Kita nggak mau kecolongan. Kapal pesiar lainnya boleh datang dan kita persilahkan, tapi harus dengan pemeriksaan yang ekstra ketat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Fraksi PAN Minta Penetapan APBD-P 2021 Ditunda

Wagub mengaku telah memanggil sejumlah kepala instansi terkait antara lainnya Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan bahkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Setelah mendengar secara langsung kata dia, ternyata proses yang dilalui dalam penerimaan maupun kedatangan wisatawan asing baik jalur darat, udara maupun laut ke NTB cukup ketat.

“Jadi bukan main, keamanan yang diterapkan sesuai SOP (Standart Operating Procedure) dan memang system keamanan yang dilakukan berlapis-lapis. Seperti wisawatan yang datang melalui kapal pesiar ini, mereka belum turun saja diperiksa dulu. Jad tidak asal-asalan saja,” kata Wagub didampingi sejumlah Kepala Dinas.

“Contoh, seluruh penumpang maupun ABK diperiksa. Mulai dari suhu tubuhnya, termasuk batuk maupun flu. Apakah ada potensi penyakit menular. Semuanya kita cek riwayat kesehatannya. Begitu juga pintu gerbang atau jalan masuk (udara maupun darat) lainnya,”  terangnya lagi.

MASYARAKAT DIMINTA TENANG DAN TIDAK PANIK BERLEBIHAN

Dengan bersandarnya sejumlah kapal pesiar di Lombok, NTB, Wagub meminta kepada masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Namun tetap mengedepankan sikap waspada.

Selain itu pula, perempuan yang kerap disapa Ummi Rohmi itu, sejauh ini NTB dalam keadaan aman. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan langkah-langkah maksimal dalam mengantisipasi covid-19.

“Alhamdulillah, NTB sejauh ini aman. Mari kita tidak panik secara berlebihan, tetap tenang dan terus berdoa. Saya ingin menegaskan, bahwa kapal pesiar yang bersandar termasuk penumpangnya maupun cru kapal semuanya dalam keadaan sehat dan terbebas dari virus corona,” kata Wagub.

Baca Juga:  Pemprov Kapan Surati GTI? Ini Kata Gubernur NTB

“Jadi jangan sampai juga kita merasa dan berfikir bahwa seolah-olah semua kapal pesiar itu berbahaya. Jadi kalau kita berbicara masalah corona jangankan kita, mereka saja takut tertular. Intinya kapal pesiar yang masuk ke Lombok sudah melalui pemeriksaan yang ketat, sehingga diperbolehkan bersandar,” imbuhnya.

RUANG GERAK WISATAWAN DIKAWAL KETAT

Wagub juga menjelaskan, para wisatawan juga dibatasi untuk berkontraksi dengan masyarakat, terutama ditempat-tempat keramaian seperti pasar dan mall. Kedatangan wisatawan melalui kapal pesiar ini juga dibatasi ruang geraknya dan terus dipantau.

“Mereka tidak semuanya langsung pergi, jadi ada tempat-tempat tertentu saja yang dikunjungi seperti di museum. Malah kebanyakan mereka hanya berada disekitar lokasi pelabuhan saja,” ungkap Ummi Rohmi.

PENUMPANG MV ALBATROS NEGATIF CORONA

Pemprov NTB juga tengah memastikan cru maupun penumpang MV Albatros yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas kemarin semuanya dalam kondisi sehat terbebas dari corona. Itu berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak KKP. Sehingga kapal pesiar yang berbendera Bahama itu diperkenankan untuk bersandar.

“Kapal pesiar dari Australia itu bebas dari corona. Itu berdasarkan hasil pemeriksaan oleh KKP. Makanya kami mempersilahkan mereka bersandar di Pelabuhan Gili Mas,” kata Wagub.

Dijelaskannya, adapun jumlah penumpang dari kapal MV Albatros yakni sebanyak 337 orang, kemudian 313 orang merupakan cru dan ABK. Dari total penumpang itu, yang turun ke pelabuhan hanya 170 orang. Itupun seluruhnya mereka baik ABK, Cru dan penumpang sudah melalui serangkaian proses pemeriksaan dan dinyatakan sehat.

Baca Juga:  RSUD NTB Jadi RS Rujukan Tangani Pebalap World Superbike yang Alami Kecelakaan

“Jadi intinya begini, jika kapal-kapal itu melewati negara yang masuk suspect corona seperti China, Korea Selatan, Iran, ataupun Singapura, maka jelas NTB sudah pasti akan menolaknya. Jadi dalam hal kita memang protektif betul, tapi prinsip kita tetap memakai akal sehat dengan tentu tidak menghilangkan kejernihan kita,” tegas Ummi Rohmi.

MEDIA DIHARAP BIJAK MEMBERIKAN INFORMASI

Wagub Rohmi menilai peran media sangatlah penting. Terlebih dalam situasi seperti saat ini. Untuk itu, ia meminta kepada awak media agar bijak dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait Covid-19.

Sebab ia menilai, banyak media terlalu memberitakan corona secara berlebihan. Sehingga memberikan dampak lain yaitu menimbulkan kepanikan terhadap masyarakat. Terlebih dengan banyaknya hoax saat ini.

Maka dari itu, ia meminta kepada para awak media agar dapat membantu pihak pemerintah untuk melawan hoax. Menurutnya, saat ini hoax semakin merajalela. Terlebih dengan adanya isu global tersebut.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama melawan hoax. Jangan biarkan hoax merajalela dan merusak akal sehat kita. Saya imbau teman-teman (media) juga harus bijak memberikan informasi,” kata Wagub.

“Jangan sampai isi dan judul (berita) berbeda. Karena banyak tuh (berita), judul sama realita berbeda jauh. Untuk itu, saya berharap mari kita berikan informasi yang baik dan bijak,” demikian pinta Hj Sitti Rohmi Djalillah. (red)

Artikel sebelumyaGelar Konfercab, Abdul Haris Nahkodai GP Ansor Sumbawa
Artikel berikutnyaDewan Minta Penimbun Masker Ditindak Tegas