HEADLINE

BEM dan OKP NTB Diajak Seirama

91

MATARAM — Peran semua pihak tentu menjadi penting dalam berkolaborasi. Terlebih dalam menangani pandemi COVID19 di Nusa Tenggara Barat.

Senin (2/8), Gubernur NTB bersilaturahim dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Dikesempatan ini, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mengajak mahasiswa maupun pemuda di NTB untuk seirama turut serta berpartisipasi dengan pemerintah menangani COVID19.

Menurut Bang Zul akrab gubernur disapa, bekerjasama dan saling mendukung dalam menyikapi COVID19 menjadi penting.

“Saat ini kita butuh tindakan nyata dan konkrit dari adik-adik mahasiswa,” ajak orang nomor satu di NTB itu saat bersilaturahim dengan Ketua BEM dan OKP.

Saat ini, kata Bang Zul, yang dibutuhkan adalah program yang dapat mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini.

Terlebih, kata mantan anggota DPR RI tiga periode itu, berbuat untuk daerah disemua tingkatakan. Baik itu tingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

“Apalagi keberadaan mahasiswa tersebar dimana-mana diwilayah NTB, maka punya sumberdaya untuk bergerak,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, sikon saat ini sangat dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak. Termasuk, mahasiswa ataupun pemuda di NTB.

Baca Juga:  DPRD Pertanyakan Keputusan Strategis Pemprov NTB

Bang Zul menyatakan, pihaknya tidak alergi teehadap kritikan. Malah menurut dia, perdebatan panjang dan kritik boleh saja, namun harus ada forumnya.

Gubernur lantas memberikan pandangan, apalagi ditengah merebak pandemi saat ini. Kepekaan dengan keadaan dan kondisi masyarakat saat ini menjadi penting untuk dijadikan perhatian bersama.

Maka dari itu, Bang Zul mengajak BEM dan OKP agar lebih baik ikut memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyatakat tentang bahaya COVID19. Baik itu penerapan prokes, vaksin maupun PPKM.

Karena menurut Gubernur, masih bangak pihak yang salah kaprah dengan hal-hal tersebut. Sehingga tak jarang termakan hoaks. Parahnya, berkembangnya pemahaman liar ditengah masyarakat.

“Nah saya ajak adik-adik ini apa yang bisa kita perbuat bersama untuk bersinergi. Kalau punya gagasan dan ide kita kerjakan,” ajak Gubernur.

Karena saat ini, selain persoalan kesehatan dan ekonomi yang tidak kalah penting tugas pemerintah membangun kesadaran masyarakat.

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

Maka dari itu, mahasiswa yang terdiri dari Ketua BEM dan OKP diharapkan dapat membantu memberikan edukasi dan sosialisasi tentang COVID19.

Antara lainnya seperti percepatan vaksinasi, pemahaman tentang PPKM, sehingga COVID19 bisa cepat berlalu dan ekonomi kembali bergeliat.

MEREKA SIAP BERKOLABORASI

Mendengar hal itu, sejumlah BEM dan OKP di NTB menyatakan kesiapannya untuk bersama Pemrov NTB maupun Kabupaten/Kota berkolaborasi tangani pandemi COVID19.

Mewakili Ketua BEM Unram, Noli Aditia menyambut baik pertemuan dan silaturahmi yang digagas Gubernur NTB. Ia berharap sinergi melawan COVID harus diperkuat dengan peran gerakan mahasiswa hingga tingkat desa.

“Kami siap bersama pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat tentang disiplin menggunakan Prokes,” katanya.

Menyoroti pemberlakuan PPKM ia berharap pemerintah mengatur para PKL atau pedagang ruang untuk tetap berdagang hingga lebih pukul 20.00 malam hari.

Karena dari berdagang ini ekonomi mereka tetap hidup. Menurutnya yang menjadi masalah berkerumun itu, bukan penjual akan tetapi pembeli. “Ini yang harus diatur, agar pembeli selain mengikuti prokes juga menjaga kerumunan,” tutupnya.

Baca Juga:  Gerindra Siapkan Pendampingan Hukum untuk Wabup Danny

Sedangkan PW HIMMAH NW Zainul Hadi mengatakan bahwa masyarakat saat ini resah mendengar tentang Covid. Apalagi sudah terkait dengan vaksinasi. “Mereka masih menerima informasi terkait bahw vaksinasi ini dapat membunuh,”katanya.

Informasi seperti ini harus ditangkal dengan masif. Mempergunakan narasi-narasi dan bahasa lokal. Sehingga masyarakat paham.

Selanjutnya, Pengurus Ikatan Mahasiswa dan BEM Fakultas Hukum Muhammadiyah, Dimas  menyampaikan bahwa di pihaknya juga memiliki Satgas COVID19.

Sejak awal sudah cukup serius ikut membantu melawan wabah ini. “Namun persoalan ekonomi juga harus diperhatikan, bantuan pemerintah pusat maupun pemda sangat membantu,” ungkapnya.

Maka dari itu, ia mengajak rekan-rekan mahasiswanya untuk bersama berkolaborasi membantu mengedukasi dan sosialisasi yang masif tentang prokes dan vaksinasi.

“Karena hanya ini cara untuk memutus matarantai Covid,” tutupnya didepan beberapa Kepala OPD lingkup Pemrov NTB.

Untuk diketahui, hadir perwakilan BEM/OKP di NTB seperti BEM Bumigora, UNI, NW, UIN, HMI, SEMMI, PERISAI, HMKI dan KAMMI NTB. (red) 

Artikel sebelumyaPenyaluran Sembako Capai 5.050 Paket
Artikel berikutnyaDigitalisasi Pariwisata Dilaunching