HEADLINE

Bukhori Prihatin dengan Kondisi Petani Tembakau

124

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPRD NTB, H Bukhori Muslim mengaku prihatin dengan kondisi para petani tembakau di Lombok.

Dia mengaku kerap turun kelapangan. Tak jarang, petani didapatinya terus mengeluh. Terlebih ditengah sikon pandemi COVID19 saat ini.

“Jadi masalah tembakau ini tambah parah. Masyarakat sudah teriak-teriak. Itu yang kita kasihan. (Kondisi mereka) sangat sulit,” ujarnya di Mataram.

Bukhori mengungkapkan, ada beberapa hal yang membuat para petani tembakau di Lombok sangat menjerit.

Pertama, kata dia, soal biaya produksi yang sangat tinggi. Disisi lain, lanjut anggota DPRD NTB asal Dapil Lotim itu, carut marutnya harga tembakau.

Baca Juga:  Panen Padi di Sumbawa, Johan : Tidak Ada Alasan Lagi Bagi Pemerintah Lakukan Impor Beras!

“Padahal yang nanam ini juga sudah sangat sedikit sebenarnya. Mereka mengeluh, menyakitkan kalau kita dengar (saat turun) dilapangan itu,” ujarnya.

Menurut Bukhori, dengan terbentuknya perubahan perda lalu sangat menjanjikan. Hanya saja, hingga saat ini dinilainya belum jelas.

“Sampai hari ini pergubnya belum terbit. Itu juklak juknisnya seperti apa akan kita laksanakan. Nah, ini yang jadi kendala,” katanya.

Oleh karenanya, politisi NasDem itu berharap agar kedepannya persoalan serupa tidak mesti terjadi lagi seperti ini.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

Lebih jauh diungkapkannya, petani yang bermitra dinilainya tidak ada persoalan. Namun dari sisi jumlah, petani yang tidak bermitra jauh lebih banyak.

“Bagi yang tidak bermitra seharusnya tidak menanamkan tembakau. Tapi tidak ada pilihan bagi petani terutama dimasa pandemi ini dengan harapan terdongkrak ekonominya,” katanya.

“Yang bermitra sih bagus aman. Tapi kalau kita persentasekan jauh lebih banyak yang tidak bermitra dari pada yang bermitra, masalahnya disitu,” imbuhnya.

Dikatakannya, dari puluhan ribu ton jumlah produksi tembakau, yang mampu dibeli hanya beberapa ribu saja. “Kalau tidak salah 35 ribu jumlah produksi kita tembakau,” ujarnya.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

“Itu yang mampu dibeli hanya beberapa ribu, nggak sampai setengahnya dengan harga yang anjlok. Intinya, kalau masuk mitra enggak masala dia,” tambah Bukhori.

Oleh karenanya, ia mendorong pihak Pemprov NTB agar segera menerbitkan pergub atas perubahan perda lalu.

Ini, kata Bukhori, menjadi penting untuk segera disikapi. “Kita dorong pemprov untuk segera terbitkan pergub atas perubahan perda bila hari itu,” tegasnya sembari menegaskan tembakau virginia yang bagus ada di Pulau Lombok. (red) 

Artikel sebelumyaPemerintah Didesak Buka Pengiriman PMI ke Malaysia
Artikel berikutnyaWarga Gili Tunggu Arahan Gubernur NTB