HEADLINE

Dimasa COVID19, Akun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Kian Meresahkan

56

MATARAM — Semenjak dimasa pandemi COVID19, akun-akun palsu di sosial media cukup marak bergentayangan. Parahnya lagi, mengatasnamakan pejabat tertentu. Ulah oknum yang tidak bertanggungjawab ini terbilang kian marak.

Pasalnya, sudah cukup kerap terjadi belakangan ini. Tak tanggung, nama Gubernur maupun Wakil Gubernur NTB juga sempat digunakan untuk mengelabui targetnya. Akun palsu itu menggunakan berbagai cara untuk meraup sebuah keuntungan.

Diantaranya mulai dari meminta uang, pulsa dan berbagai kejahatan lainnya. Oleh karenanya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr Najamuddin Amy mengimbau kepada warga masyarakat NTB untuk tetap waspada pada saat berselancar di sosial media.

Karena, menurut dia, sudah cukup banyak hal demikian terjadi belakangan ini. Terutama dengan mengatasnamakan pejabat tertentu. Hal itu lantaran dianggap oleh oknum tidak bertanggungjawab merupakan salah satu strategi jitu pelaku kejahatan untuk mendapat perhatian lebih dari korbannya.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

“Untuk itu, diminta kepada seluruh masyarakat NTB agar tetap waspada jika mendapatkan pesan-pesan yang mencurigakan saat berselancar di media sosial. Apalagi pesannya mengatasnamakan gubernur, wakil gubenur dan pejabat tinggi lainnya,” imbau Doktor Najam kerap Kadiskominfotik NTB disapa, Senin 2 Agustus 2021 di Mataram.

Dikatakannya, bahwa dibalik perkembangan teknologi informasi saat ini, tentu dibarengi dengan berbagai jenis kejahatan yang dilakukan oleh para hacker. Modus-modus tindak kriminalnya pun juga sangat beragam.

Mulai dari percakapan menanyakan kabar, hingga meminta bantuan isi pulsa serta meminta transfer uang dengan berbagai macam alasan yang membuat para korban lengah dan merasa empati.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

Sehingga, kata pria kelahiran asal Sumbawa Barat itu, tidak sedikit para korban yang merasa tertipu dengan beragam modus-modus yang dimainkan oleh para peretas tersebut.

“Jika kita berpikir secara akal sehat, tidak mungkin seorang pejabat apalagi gubernur meminta uang dengan cara seperti itu. Anehnya lagi, mengatasnamakan gubernur tapi dengan nama akun lembaga instansi pemerintah tertentu,” ungkap Doktor Najam.

Misalnya, seperti kejadian baru-baru ini yang membuat akun palsu mengatasnamakan instansi pemerintah. Dalam hal ini, hacker membuat akun palsu atas nama Biro Organisasi NTB kemudian melalui inbox, kata Doktor Najam, mereka mengaku sebagai Gubernur NTB lalu menanyakan kabar dan meminta nomor WhatsApp korban.

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

“Nah, hal-hal seperti itu yang harus kita tingkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kita lengah dan tetap waspada saat bermedia sosial,” harap mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB tersebut.

Oleh karenanya, Doktor Najam meminta kepada seluruh masyarakat atau warganet agar lebih bijak dalam bersosial media. Ia menyarankan agar mengutamakan sikap kroscek sebelum menanggapi hal demikian. “Kroscek dulu segala sesuatunya, supaya masyarakat tidak terjebak dalam hasutan modus para hacker saat ini,” demikian imbaunya. (red) 

Artikel sebelumyaAksi Berbagi Hingga Level Tertinggi, Ruslan Turmuzi : “Pengabdian Itu Kebutuhan”
Artikel berikutnyaGubernur NTB Silaturahim dengan Pedagang di Pantai Ampenan