HEADLINE

Direktur RSUD NTB : Optimalkan Isolasi Mandiri Terpadu

82

MATARAM — Meski telah memperketat pintu masuk, bahkan mulai diberlakukannya PPKM berbasis mikro, namun pertahanan yang dibuat akhirnya jebol juga.

Pasalnya, COVID19 varian delta telah masuk ke Nusa Tenggara Barat. Ini berdasarkan konfirmasi dari Satgas Percepatan Penanggulangan COVID19 NTB.

“Namun levelnya masih rendah. Varian ini tidak seperti yang menyebar di Pulai Jawa,” kata Wakil Gubernur NTB, Jum’at (9/7) di Mataram.

Setelah di idientifikasi, kata Wagub, terkonfirmasi sebanyak 13 orang yang positif COVID19 Varian Delta. Namun 5 orang telah dinyatakan sehat dan selesai isolasi.

“Kondisi pasien dalam keadaan sehat dan baik-baik saja,” kata orang nomor dua di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu didampingi Asisten I Setda NTB.

Dilanjutkan Wagub, 1 orang lainnya masih dalam pantauan dan perawatan di RSHK dan tetap koordinasi dengan RSUD Provinsi NTB.

Kemudian 4 orang masih menjalani isolasi mandiri dan sisanya masih dalam perawatan. “Bahkan yang kondisinya sehat ini diantaranya sudah divaksin. Jadi daya tahan tubuhnya kuat,” katanya.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

Untuk itu, Wagub NTB mengajak semua masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Menurut dia, untuk menghindari virus ini satu-satunya cara adalah mematuhi protokol kesehatan.

“Semua dalam pantuan dan terkendali.
Stok obat-obatan lancar dan tersedia. Begitupun kelengkapan dan fasilitas sudah teratasi semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr H Lalu Hamzi Fikri menambahkan, bahwa sebanyak 13 orang terkonfirmasi varian delta usianya bervariasi.

Yaitu, kata dia, mulai dari usia 12 hingga 50 tahun. “Asalnya merekapun, ada yang dari luar daerah dan dalam daerah,” ungkapnya.

Meski demikian, sambung Hamzi Fikri, kondisi pasien dalam keadaan sehat. Ini, masih kata dia, dikarenakan kondisi di NTB berbeda dengan Pulau Jawa.

“Kita aman-aman saja, yang penting seperti kata Ibu Wagub tetap tenang, waspada dan jaga prokes,” imbau mantan Direktur RSUD NTB tersebut.

Baca Juga:  Panen Padi di Sumbawa, Johan : Tidak Ada Alasan Lagi Bagi Pemerintah Lakukan Impor Beras!

Kemudian dr H Lalu Herman Mahaputra selaku Direktur RSUD Provinsi NTB juga menerangkan, awalnya diperiksa sebanyak 16 sampel yang dikirim ke Labkes.

“Hasilnya 16 orang itu, 3 invalid tidak terbaca, sedangkan 13 orang inilah yang keluar hasilnya,” kata mantan Direktur RSUD Kota Mataram tersebut.

Informasi sementara ke 13 orang ini melakukan perjalanan dan kontak erat di Pulau Jawa. Sebarannya berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, Bima.

Sedangkan yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang melakukan perjalanan ke NTB. “Kami terus melakukan tracking kepada orang yang melakukan kontak erat dengan 13 orang ini,” ujarnya.

Hal itu dilakukan, menurut dia, sebagai upaya antisipasi sekaligus memutus matarantai penyebaran COVID19 yang kini telah bermutasi ke varian delta.

Pria yang kerap disapa dr Jack itu menegaskan, bahwa saat ini yang paling utama mengoptimalkan isolasi mandiri terpadu.

Baca Juga:  Satgas Terjunkan Tim Fokus Lakukan Perbaikan Data Tata Kelola Aset di Gili Trawangan

“Artinya kalau sakit harus dirawat di RS. Tetapi yang terkonfirmasi PCR positif maka harus dilindungi supaya tidak bergejala,” katanya.

Dalam pengendalian COVID19, ia menjelaskan telah menyiapkan semua fasilitas pendukung. Seperti persediaan hotel untuk isolasi mandiri. Ada hotel Jayakarta dan Holiday.

Termasuk asrama haji, wisma tambora dan RS metromedika yang mampu mengupgrade 84 tempat tidur. Sedangkan RSUD NTB sudah di upgrade dengan daya tampung tempat tidur ICU isolasinya menjadi 100 TT.

“Ini juga baru terisi 20 persen. Jadi kita mampu mengatasi ini kok, semua planing sudah kita siapkan untuk hadapi kemungkinan yang ada,” tegas dr Jack.

Dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihaknya juga nenyatakan telah membangun koordinasi dan kolaborasi dalam pemenuhan faskes bersama RS lain.

“Yang penting jangan panik. Berikan kesempatan kepada pihak kesehatan untuk menangani ini dengan baik. Masyarakat waspada dan tetap taat aturan,” demikian. (red) 

Artikel sebelumyaKetua DPRD NTB Tepis Ada Surat Masuk Soal Permohonan Hutang
Artikel berikutnyaLombok-Sumbawa Infinite Experiences Diresmikan