HEADLINE

Dispar dan BPPD Diminta Tidak Lelet Promosikan Pariwisata NTB

58
Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat, Mori Hanafi meminta Dinas Pariwisata (Dispar) dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB agar tidak bekerja lamban dalam mempromosikan pariwisata daerah.

“Jangan lelet lagi promosikan pariwisata kita (NTB),” pinta Wakil Rakyat di Udayana jebolan asal Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima, Senin (18/10) kemarin di Mataram.

Dia menilai sudah waktunya promosi pariwisata NTB digeber. Bahkan dianggapnya saat inilah waktu yang pas melakukan hal tersebut. Terlebib dengan adanya berbagai event di NTB.

Contoh, event yang sudah berlangsung seperti HK Endurance Chalenge dan event yang juga sebentar lagi akan berlangsung seperti Asian Talent Cup atau Junior MotoGP, World Superbike (WSBK) maupun MotoGP 2022 mendatang.

Baca Juga:  Pulau Sumbawa Dapat Apa? Akhdiansyah : Kita Dapat Samota, Kembangkan!

Ini, tegas Mori Hanafi, sebagai bentuk kebangkitan pariwasata NTB pasca pandemi. Terutama untuk dapat menopang pengembangan ekonomi yang sangat strategis yaitu menggeliatkan pariwisata daerah. Dia pun meyakini langkah efektif yaitu dengan melalukan promosi secara luas.

“COVID sudah turun, sekarang ini kita genjot. Ini saatnya kita promosi dan ini saat yang tepat,” kata politisi muda asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

Meski demikian, Mori Hanafi juga memaklumi upaya promosi yang dilakukan pemerintah tidak maksimal. Itu, kata dia, selain anggaran promosi yang minim, juga dikarenakan angka COVID19 meningkat. Sehingga dinilainya upaya promosi yang dilakukan tidak efektif secara luas.

Baca Juga:  Gubernur NTB Akan ke Abu Dhabi Perjuangkan F1

“Itu wajar (promosi tidak maksimal). Anggaran promosi lagi berkurang. (Karena memang) nggak ada anggaran. Mau kita anggarkan juga, kita nggak tahu mau dianggarkan dimana,” tuturnya memaklumi sikon dimasa pandemi ini.

Mori juga lantas menyarankan beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya promosi. Pertama Pemprov diharapkan berkeliling secara nyata ketiap daerah. Kemudian mengudang para industri pariwisata diseluruh daerah ke NTB. Bisa juga memasifkan publikasi melalui media yang ada.

“Kita promosi saat itu level 4, kita level tiga sehingga kalau kemarin promosi kencang percuma. Jangankan daerah pemerintah pusat aja ke luar negeri (promosi) tertutup semua penerbangannya,” jelasnya.

Baca Juga:  WSBK Sukses, Bersiap MotoGP : Jempol Untuk Gubernur NTB!

Oleh karenanya, Mori Hanafi sebelum WSBK ini Dispar didorong lebih maksimal dalam melakukan upaya promosi. Jika banyak tamu yang hadir ia memperkirakan pergerakan ekonomi pada WSBK itu nanti bisa tembus diangka Rp 1 Triliun.

Dimana mulai dari akomodasi, makan minum, jasa tranportasi dan lain sebagainya. Malah untuk event MotoGP sendiri diperkirakan perputaran ekonomi di daerah bisa tembus mulai Rp 4 hingga Rp 8 Triliun. “Makanya sekarang perlu kita giatkan (promosi),” tutup Mori Hanafi. (red) 

Artikel sebelumyaSatresnarkoba Polres Sumbawa Gerebek Kos-Kosan di Pelampang
Artikel berikutnyaPers Berperan Penting dan Strategis Sukseskan Vaksinasi di NTB