HEADLINE

Gubernur NTB : Amanat dan Mandat Rakyat Akan Kami Perjuangkan

53

LOMBOK UTARA — Kesejahteraan dan aspirasi masyarakat menjadi “ruh” utama dalam penyelesaian persoalan lahan di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

Demikian hal itu ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah saat berkunjung sekaligus memenuhi undangan masyarakat Gili Trawangan, Jum’at (30/7).

Ia mengungkapkan, pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait termasuk kejaksaan terus berupaya menyelesaikan persoalan lahan negara seluas 65 Ha yang hingga kini masih dikelola PT Gili Trawangan Indah (GTI)

“Sebagai gubernur yang dipilih oleh rakyat, tentu amanat dan mandat rakyat ini akan kami perjuangkan,” tegas Gubernur saat berdiskusi dengan para tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dihalaman Masjid Raya Baiturahman, Gili Trawangan, Lombok Utara.

Disisi lain, Gubernur NTB secara terbuka dan tegas, juga menampik berbagai isu miring yang beredar terkait persoalan lahan GTI. Salah satunya soal isu dengan istilah menerima uang dibawah meja.

Baca Juga:  Kritikan dan Apresiasi Warnai DPRD NTB Bicara 3 Tahun Zul-Rohmi

“Tidak benar gubernur terima uang dibawah meja, ini itu dan sebagainya. Insya Allah, kepentingan rakyat yang kami bela,” kata tegas orang nomor satu di NTB ini.

Kemudian, Hafiz salah seorang tokoh pemuda di gili mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB kali ini yang dinilainya sangat mencerahkan. Tak hanya itu, kehadiran gubernur juga dinilai mampu menenangkan warga.

Dia mengaku sangat mendukung penuh upaya Gubernur NTB terkait persoalan ini. Terutama persoalan aset Pemprov di Gili Trawangan.

“Kami sangat mendukung upaya Gubernur, agar aset pemerintah ini dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat setempat,” tuturnya.

Menurut Hafiz, pemerintah harus bersikap tegas dengan memutus kontrak PT GTI manakala jalan addendum tidak menuai solusi.

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

Karena sejak kesepakatan kontrak produksi antara Pemprov NTB dan PT GTI untuk mengelola dan membangun fasilitas pendukung pariwisata di Gili Trawangan dinilainya gagal total. Sebab, tidak terwujud sama sekali.

“Intinya kami ingin pemerintah memilih putus kontrak bila jalan adendum tidak ada kata sepakat,” sarannya. “Ini harapan kami kepada Gubernur NTB,” demikian ia menambahkan.

Sebelumnya, Wardana selaku Kades Gili Indah memberikan apresiasi kepada Gubernur NTB dan jajarannya. Karena telah mau menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Bahkan, ia salut dengan pola Doktor Zul sebagai pemimpin dalam menjaring aspirasi warga gili. Karena telah sangat ramah dan hangat dalam mendengarkan keluh kesah warga.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

“Harapan kami, apa yang disampaikan Gubernur NTB untuk persoalan lahan Pemrov yang dikontrakan kepada PT GTI dapat menemukan titik terang,” kata Wardana.

Sehingga, masih kata dia, masyarakat dapat dengan tenang menjalani segala aktivitas. Baik disektor usaha, kesehatan dan pendidikan sehingga dapat berjalan dengan lancar dan aman.

“Apapun hasilnya baik adendum atau putus kontrak masyarakat terlindungi dan tidak tergusur dari tanah moyangnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kunjungan dan dialog Gubernur bersama masyarakat Gili Trawangan, turut didampingi Asisten II dan III Setda Provinsi NTB.

Kemudian, Kadis Pariwisata, Kadis Sosial, Kadis Perhubungan, Kadispora, Kadis Perizinan, Kasat Pol PP, Karo Ekonomi, Karo Hukum Setda Provinsi NTB, Polres KLU dan jajaran Kepala OPD lingkup Pemda KLU. (red) 

Artikel sebelumyaMereka Titipkan Harapan Besar kepada Doktor Zul
Artikel berikutnyaHj Niken Sasar Pedagang Lansia