HEADLINE

Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

84
Anggota DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar.

NUSRAMEDIA.COM — Berbagai event internasional akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat. Antara lainnya, seperti World Superbike (WSBK) November 2021 dan MotoGP 2022 mendatang.

Tentunya sisi pengamanan, menjadi salah satu hal penting untuk dijadikan perhatian bersama, khususnya oleh pemerintah. Terutama dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi dikemudian harinya.

Menurut Anggota DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar, masalah keamanan menjadi prioritas demi kelancaran berbagai event tersebut. Terlebih dalam menjamin keamanan dan kenyamanan warga dunia yang akan datang berbondong-bondong ke NTB.

Karena, kata dia, masyarakat atau wisatawan dari berbagai manca negara tentu tidak ingin melewatkan ajang balapan dunia tersebut secara langsung di Mandalika, Lombok Tengah. “Keamanan adalah prioritas,” kata Hamzi Hamzar di Mataram.

“Harus dijamin semua (titik) keamanannya. Tidak hanya dibagian selatan (Lombok Tengah), tapi juga wilayah utara, timur dan barat ini harus betul-betul aman semuanya,” imbuhnya.

Baca Juga:  NTB Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2028 bersama Bali dan NTT

Contoh, kata politisi PPP ini, di Kabupaten Lombok Utara. KLU menurut Hazmi, memiliki destinasi wisata dengan keindahan gili-gili yang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan telah dikenal oleh dunia.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, wisatawan dunia yang datang ke NTB juga akan berkunjung ke Lombok Utara sembari menanti gelaran WSBK dan MotoGP.

Oleh karenanya, titik-titik pengamanan harus maksimal. Ia juga mendorong agar segera terbentuknya Makodim KLU, sehingga dipimpin langsung oleh seorang Dandim.

Diketahui, tiga titik di NTB saat ini masih tercover oleh Kodim 1606/Mataram, yaitu meliputi Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara.

Hal ini dinilai kurang maksimal. Karena, Kodim Mataram pun harus extra mengawasi tiga titik tersebut. Makanya, dia mendorong agar segera dibentuknya Makodim KLU secara tersendiri.

Sehingga, semua hal diharapkan dapat menjadi baik. Terutama sisi pengamanan yang maksimal. “Sehingga nanti, tidak perlu lagi nanti ada pertanyaan bagaimana (pengamanan) di KLU?,” ujarnya.

Baca Juga:  Dispar dan BPPD Diminta Tidak Lelet Promosikan Pariwisata NTB

“KLU kan masih gabung (Kodim 1606/Mataram). Nah, kita minta supaya dipercepat ada Dandim tersendiri,” tambah anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil Lotim itu.

Wilayah KLU dinilai Hazmi Hamzar, sangat strategis. Sehingga jangan sampai kurangnya aparat keamanan menjadi salah satu kesempatan bagi pihak yang ingin membuat kegaduhan dan mengganggu kelancaran berbagai event di NTB.

“Jangan sampai tejadi gangguan keamanan nasional. Jadi memang semestinya kita itu di KLU sudah ada Kodim atau Dandim tersendiri tidak lagi menyatu dengan Mataram,” sarannya.

Dengan adanya Kodim KLU tersendiri, menurut dia, akan lebih memperkuat pola pengamaman di NTB. “KLU harus betul-betul dijaga,” tegasnya Hazmi Hamzar lagi.

Penekanan yang disampaikannya, diibaratkan sebuah sabuk rantai pengamanan. Sehingga rantai sabuk tersebut diharapkan tidak boleh kendor, apalagi harus putus.

Baca Juga:  Mau Nonton World Superbike? Ini Syarat dan Harga Tiketnya!

“Jadi kalau kita mengatakan NTB harus aman, maka tidak boleh satupun rantai sabuknya NTB itu ada yang longgar. Harus betul-betul kuat. Maka tidak ada gunanya rantai yang hebat semuanya kalau ada rantai yang putus satu,” demikian Hazmi Hamzar.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu perubahan nama Kodim 1606/Lombok Barat telah diresmikan menjadi Kodim 1606/Mataram, yakni tepatnya 18 Juni lalu.

Pergantian nama Kodim tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor Kep/218/IV/2021 tanggal 28 April 2021 tentang Penataan Satuan Jajaran TNI AD dan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Nomor Sprint : 1754/V/2021 tanggal 10 Mei 2021.

Yaitu tentang pengesahan penataan satuan atau pergantian nama satuan. Perintah tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pangdam IX/Udayana melalui Surat Perintah Nomor Sprin/1113/VI/2021 tanggal 9 Juni 2021 tentang Pengesahan Penataan Satuan Jajaran Kodam IX/Udayana. (red) 

Artikel sebelumyaMUI NTB Gelar Rakerda di Sumbawa
Artikel berikutnyaDitempa Musibah Beruntun, Daya Tahan Zul-Rohmi Dinilai Sangat Baik