HEADLINE

Johan Sorot Distribusi Benih Bawang Putih Tidak Tepat Sasaran di NTB

194

MATARAM — Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan menyoroti keras terkait pendistribusian benih terhadap petani dalam rangka program pengembangan budidaya bawang putih, khususnya di Provinsi NTB yang mengalami keterlambatan distribusi.

Padahal benih tersebut sangat dibutuhkan para petani. Karena berhubungan dengan pemanfaatan moment cuaca yang aman untuk pertumbuhan bawang putih tersebut. Oleh karenanya, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyayangkan pola pendistribusian yang dianggap kurang baik ini.

“Hal ini patut disayangkan karena faktor distribusi yang kurang baik telah menjadi penghambat untuk membantu petani demi optimalnya peningkatan produksi bawang putih nasional,” ujar Johan Rosihan, Senin 12 Juli 2021.

Dia menyebutkan, benih bawang putih merupakan salah satu input penting dalam proses produksi tanaman. Sehingga realisasi distribusi yang tepat waktu sangat vital diperlukan. Sebab, kata dia, berhubungan dengan faktor cuaca dan karakter musim untuk budidaya bawang putih.

Baca Juga:  RSUD NTB Jadi RS Rujukan Tangani Pebalap World Superbike yang Alami Kecelakaan

“Saya tekankan kepada pemerintah untuk segera memperbaiki fungsi berbagai saluran distribusi benih dan menciptakan sistem distrbusi benih yang lebih tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas wakil rakyat di Senayan asal Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa ini.

“Agar petani sebagai penerima akhir dari benih tersebut dapat menerima manfaat dan menggunakan benih dari pemerintah secara optimal sebagai program peningkatan produksi bawang putih nasional,” tambah Johan.

Oleh karena itu, Johan meminta supaya ada sistem kontrol (controlling system) yang ketat terhadap pelaksanaan distribusi benih bawang putih, sehingga tepat waktu dan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Jangan sampai banyak permainan yang lost control yang berakibat merugikan negara. Saya minta semua pihak ikut mengawasi pelaksanaan distribusi benih bawang putih ini secara baik agar cita-cita kita mewujudkan swasembawa bawang putih segera tercapai dan tidak tergantung lagi dengan impor,” tegasnya.

Baca Juga:  Panen Padi di Sumbawa, Johan : Tidak Ada Alasan Lagi Bagi Pemerintah Lakukan Impor Beras!

Menurut Johan, aspek perbenihan tidak hanya terkait penerapan teknologi dalam perbanyakannya, namun juga sangat ditentukan oleh jaminan kualitas, ketersediaan dan sistem distribusinya.

“Kita berharap pendistribusian benih bawang putih di NTB yang terpusat di Sembalun lebih tepat waktu dan memiliki kualitas benih yang bagus serta memiliki skema yang tepat jumlah dan tepat waktu sesuai dengan yang seharusnya diterima petani,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Johan mendorong pemerintah segera bertindak memperbaiki fungsi saluran distribusi benih bawang putih di Provinsi NTB. Dimana saluran distribusi ini harus mampu mengatasi kesenjangan waktu, tempat dan penerimaan jumlah yang lebih presisi dari produsen benih ke petani.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

“Saya minta kebutuhan petani akan benih bawang putih harus terpenuhi secara lebih presisi serta kegiatan distribusinya dapat lebih lancar dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan,” pintanya.

Tak hanya itu, ia juga berharap agar perbaikan fungsi saluran distribusi dapat dilakukan lebih serius. Karena, menurut dia, selama ini paradigma bantuan benih biasanya hanya berorientasi bahwa bantuan tersebut telah diterima petani dengan jumlah tertentu.

“Namun sering abai pada aspek ketepatan waktu, kualitas benih pada saat diterima petani dan tidak ada evaluasi pemanfaatan bantuan benih tersebut serta nilai kemanfaatan bantuan benih dalam sistem budidaya bawang putih yang dilakukan oleh petani,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaPPKM Mikro Berbasis Desa/Kelurahan Efektif Hadapi COVID19
Artikel berikutnyaArahan Sekda NTB Soal Pedoman Kerja Selama PPKM