HEADLINE

Ketum DPP PAN Berikan Sinyal Dukung Zul-Rohmi Jilid II

75
Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan diacara pelantikan bersama DPW dan DPD PAN se-NTB

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) secara lepas memberikan sinyal politik kuat untuk Gubernur NTB, Zulkieflimansyah pada Pilgub 2024 mendatang.

Tak tanggung, dihadapan pengurus PAN se-NTB, pria yang kerap disapa Zulhas itu menegaskan bahwa PAN akan siap mendukung kepemimpinan Zul di NTB untuk periode berikutnya.

Selain berteman dekat dengan Gubernur Zul, Zulhas juga mengungkapkan alasan tidak mendukung Zul-Rohmi saat Pilgub NTB 2018 lalu. “Pak gubernur (Zulkieflimansyah) ini teman dekat saya,” ujarnya.

“Insya Allah, kita (PAN) dukung (Zulkieflimansyah di Pilgub NTB 2024) yang akan datang,” imbuhnya dalam acara pelantikan bersama DPW dan DPD PAN se-NTB, Senin (27/9) kemarin di Mataram.

Zulhas mengaku memiliki hubungan pribadi yang baik dan sangat dekat dengan Gubernur Zul sejak lama. Bahkan saat masih pernah sama-sama satu komisi, yaitu Komisi VI DPR RI kala itu.

Dia pun lantas mengungkapkan alasan, yang mana PAN mengarahkan dukungannya pada Ahyar-Mori pada 2018 lalu. Secara terang-terangan, dukungan PAN itu, kata dia, sebagai bentuk balas budi ke Ahyar.

Baca Juga:  Kehadiran Bang Zul di Papua Jadi Daya Dobrak Mencuatnya Semangat Para Atlet NTB

Terlebih PAN, sambung Zulhas, melihat mantan Walikota Mataram itu adalah orang yang sangat baik. Kembali ditegaskan Zulhas, dirinya dan Gubernur Zul adalah politisi yang memiliki perjuangan yanh sama. Bahkan satu visi.

Meski berbeda partai, bagi Zulhas, seseorang tak harus melihat partai, tetapi perjuangannya. “Yang kita lihat itu jangan partainya, tapi perjuangannya,” kata Ketum DPP PAN ini.

PAN dan PKS, masih kata dia, secara politik telah sangat lama berjuang bersama-sama. Bahkan 10 tahun telah sama-sama mendukung capres/cawapres kala itu. Dimana cawapres yang didukungnya kini bahkan sudah menjadi seorang Menteri.

“Kita sama PKS udah 10 tahun bareng ngedukung Capres bareng. Malah calon wakil presiden sekarang sudah jadi menteri juga,” demikian diungkapkan Zulhas.

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyikapi dan menanggapi santai adanya sinyal politik yang dilontarkan oleh Ketum DPP PAN.

Terlebih dinilai Zul, Pilgub NTB 2024 masih sangat jauh. “Masih jauh (Pilgub NTB 2024). Masih lama santai aja,” ujarnya saat dicegat awak media usai menghadiri acara pelantikan tersebut.

Baca Juga:  Lepas Kafilah NTB, Gubernur : "Sang Juara Itu, Mereka yang Mampu Menautkan Hati"

Menurut Gubenur Zul, sinyal dukungan yang disampaikan Zulhas dinilainya adalah hal yang biasa dan wajar. Terlebih mereka berdua sangat dekat, bahkan sudah seperti bersaudara. “Santai aja, (sinyal itu) wajar. Kami bersaudara,” tegas Gubernur Zul lagi sembari tersenyum berlalu pergi.

Lantas bagaimana dengan tanggapan pihak DPW PAN NTB sendiri terkait apa yang dikatakan Ketum DPP PAN soal dukungan untuk Zulkieflimansyah pada Pilgub mendatang?

Hasbullah Muis selaku Sekretaris DPW PAN NTB menyatakan, urusan Pilgub adalah kewenangan DPP. Jika hal itu menjadi sebuah instruksi, maka pihaknya akan siap menjalankan perintah DPP.

“Kami di daerah akan Sami’na Wa Atho’na,” kata pria yang juga anggota DPRD Provinsi NTB tersebut. Dikatakannya, Pilgub masih jauh.

Sehingga, kata pria yang kerap disapa Konco ini, DPW PAN NTB tentunya akan menunggu keputusan resmi dan final pihak DPP. “Tapi kami Sami’na Wa Atho’na,” tegasnya lagi.

Disinggung soal sinyal yang tentunya akan menutup peluang kader merebut NTB 1 dan NTB 2 itu? Dijawab Konco, bahwa salah satu visi partai sejak didirikan condong memunculkan kader.

Baca Juga:  Dispar dan BPPD Diminta Tidak Lelet Promosikan Pariwisata NTB

Namun, sambung dia, merupakan bagian dari tujuan suatu partai. Tetapi ketika keputusan finalnya untuk Pilgub NTB, PAN diinstruksikan mendukunh Zul-Rohmi Jilid II, maka pihaknya tak bisa berbuat apa-apa lagi.

“Kalau mengartikan secara sederhana paket Zul-Rohmi Jilid II akan lanjut. Kita itu gambarannya (menutup ruang kader),” ucap pria yang duduk di Komisi IV DPRD NTB itu dengan santai.

Walaupun demikian apabila nanti dalam perkembangannya ada dinamika baru yang muncul kader PAN untuk maju, maka yang akan dilakukan yaitu menguji respon publik.

Apabila ada respon baik dari publik, maka tidak menutup kemungkinan bisa saja ada hal yang jadi pertimbangan Ketua Umum didalam sebuah kontestasi.

“Tapi kita belum bisa prediksi perjalan masih panjang. Nanti menjelang pemilihan 2024 tentu kita lihat. Kalau misalnya final paket (Zul-Rohmi) ini lanjut, arahan Ketum sinyal tadi,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaMuhammad Nasir Dinilai Layak Pimpin KSB : “Tidak Perlu Diragukan Lagi”
Artikel berikutnyaDukung Ali Maju Pilgub, HBK : “Jangan Anggap Enteng”