HEADLINE

Novi Berpeluang Diusung PKS! Takdir Mundur, Andy Tirta Hanya Mainan?

1444

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah tercatat merupakan Kader Terkenal ditingkat DPP PKS. Selain itu diketahui pula, Doktor Zul adalah Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB. Tujuh kabupaten/kota di NTB bakal melaksanakan Pilkada serentak 2020 ini, salah satunya adalah Kabupaten Sumbawa.

Khusus di Sumbawa, PKS telah menyodorkan dua kader terbaiknya, yaitu Andy Tirta – mantan Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sebagai Bacalon Bupati Sumbawa dan Ketua DPD PKS Sumbawa yakni M Takdir sebagai Bacalon Wakil Bupati Sumbawa.

Disisi lain, Dewi Noviany yang tak lain adik dari Gubernur NTB juga turut maju sebagai Bacalon Wakil Bupati Sumbawa yang kini telah final disebut berpasangan dengan H Mahmud Abdullah (Haji Mo’-Novi). Haji Mo’ sendiri diketahui didukung maju oleh PDI Perjuangan untuk berpasangan dengan Novi. Dan nama mereka telah diusulkan ke DPP PDI Perjuangan untuk didukung maju pada Pilkada Sumbawa.

Ada dua arus yang saat ini sedang berkembang di internal PKS, yaitu pertama menghendaki kader internal yakni Andy Tirta dan PKS dukung non kader yakni Dewi Noviany sebagai opsi lainnya. Diketahui PKS-PDIP telah berkoalisi dan menjalin komitmen untuk Pilkada 2020 ini.

Intensitas pertemuan antara petinggi partai di NTB terus terjalin baik bahkan semakin hari nampak mesra dan harmonis. Terlebih sejauh ini, DPP PDIP telah mengeluarkan SK dukungan untuk dua kabupaten/kota di NTB, yaitu Kota Mataram (Hj Putu Selly Andyani ‘PDIP’ – TGH Abdul Manan ‘PKS’) dan Sumbawa Barat ada (Firin-Fud).

Sedangkan untuk PKS, pihak DPP secara resmi telah mengeluarkan SK dukungan terhadap pasangan Firin-Fud untuk di KSB. Ini menandakan, koalisi PKS-PDIP dibeberapa daerah termasuk Kabupaten Sumbawa semakin mantap. Cepat lambat, alur pergerakan dari koalisi PKS-PDIP di NTB ini nampak mulai terang benderang terkait dukungan yang diberikan kepada sejumlah bacalon, termasuk di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga:  RSUD NTB Jadi RS Rujukan Tangani Pebalap World Superbike yang Alami Kecelakaan

Hanya saja, berhembus kabar bahwa PKS khususnya di Kabupaten Sumbawa terpecah. Sehingga kesan tidak serius mendukung kader internal PKS yang didorong maju sebagai bahan mainan belaka.

Parahnya lagi, PKS dikabarkan tidak menggubris mutlak dengan majunya Andy Tirta, sehingga tim pria yang kerap disapa ‘Boy’ itu harus bergerak sendiri tanpa ada support penuh dari PKS. Selain itu, M Takdir kini dinyatakan telah mundur sebagai bacalon.

Itu artinya, tidak menutup kemungkinan langkah M Takdir juga dapat diikuti oleh Andy Tirta. Sehingga wajar, opsi lain di PKS pun akan sangat menguntungkan adik sang Gubernur, yang mana dikabarkan PKS lebih condong dengan Novi. Selain itu didasari pula kuatnya permintaan mitra koalisi yakni PDIP yang menginginkan Novi berpasangan dengan Haji Mo.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) PKS Sumbawa, Sambirang Ahmadi nampak enggan berkomentar terkait keseriusan PKS dalam mendukung kader internal DPD PKS Sumbawa yang didorong maju untuk Pilkada Sumbawa. Sebab, PKS sendiri dikabarkan berjalan pada dua arus, yaitu antara Andy Tirta dan Dewi Noviany. Kemudian isu yang beredar, PKS lebih menggubris adik dari sang Gubernur.

“Aduh, kita nggak bisa komen itu. Kita hanya menjalankan mekanisme yang ada di internal partai. Bahwa mekanismenya jelas, pertama memberi kesempatan dan ruang seluas – luasnya kepada calon yang diorbitkan oleh internal partai dan itu sudah diputusin kan, tapi kan orang juga bekerja ada batas waktunya,” ujar Sambirang kepada NUSRAMEDIA, Kamis (20/2) di Mataram.

Berkaitan dengan beberapa hal yang berhembus soal Andy Tirta, Dewi Noviany termasuk pecahnya PKS di Sumbawa, dia mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Saya nggak tau ya itu. Itu opini, ya boleh saja, tapi kami di partai ya menjalankan mekanisme dan nanti apa yang diputuskan oleh partai sesuai dengan mekanisme, itulah yang kita taati,” kata Anggota DPRD NTB jebolan Dapil Sumbawa-KSB ini.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

“Jadi kalau orang berkesimpulan, saya kira ya biasa. Politik itu kan selalu banyak analisa, spekulasi itu politik ya begitulah bagian banyaknya interprestasi dan segala macam. Tapi kami, konsen sampai dengan saat ini. Jadi saya kira (soal isu) tidak benar. Karena di internal tidak ada yang seperti itu,” tepisnya lagi.

Dijelaskan Sambirang yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD NTB itu, TPPD diberikan kewenangan untuk menjaring bakal calon. Setelah menjaring TPPD mengusulkan kepada TPPW minimal dua bakal pasangan calon.

“Kalau misalnya orang bilang ini nggak serius, ya kenapa gak dari dulu saja di stop. Kalau persoalan pak Takdir sudah mengatakan ke TPPD bahwa dia tidak sanggup lanjutkan, karena hitung-hitungan dia sendiri agak berat dari segala sisi dan itu dia sampaikan sendiri. Dan dia juga tidak kunjung mendapat kepastian dari partai-partai yang sudah dia berkomunikasi. Apakah dia akan didukung atau tidak, jadi itu juga membuat dia menjadi ya bisa dibilang nggak bisa,” beber Sambirang.

Lebih lanjut ditegaskan Sambirang, terhadap Andy Tirta sudah dilakukan pemanggilan dan memberikan waktu hingga (deadline) tanggal 28 Februari untuk mendapatkan pasangan. “Kalau tidak mampu ya kita mengusulkan yang sudah masuk (Haji Mo’-Novi Eksternal). Karena Mo’-Novi sudah mendaftar ke kita, dan mengusulkan ke DPW. Hanya saja, sekarang kita masih menunggu Andy Tirta sampai tanggal 28 bulan ini,” ucapnya.

“Kalau dia (Andy Tirta) dapat atau tidak, kami deadlinenya tanggal 29 Februari sudah masuk ke DPW. Dia dapat pasangan Alhamdulillah, kita naikan ke DPW, tidak dapat pasanganpun ya nama pak Andy Tirta tetap kami usulkan ke TPPW untuk dibahas. TPPD hanya salah satu pintu masuk, nanti silahkan urusan TPPW berikutnya, yang jelas begitu tanggal 29 Februari TPPD sudah selesai bekerja,” demikian Sambirang Ahmadi menambahkan.

Baca Juga:  Panen Padi di Sumbawa, Johan : Tidak Ada Alasan Lagi Bagi Pemerintah Lakukan Impor Beras!

Sementara itu, Bakal Calon Bupati Sumbawa asal PKS – Andy Tirta mengaku semua dalam kondisi baik tanpa ada persoalan sebagaimana kabar yang berhembus tersebut.

“Alhamdulillah semuanya baik-baik saja, dan tidak ada yang seperti itu (perpecahan/pilih kasih). Memang PKS memiliki dua opsi yaitu termasuk adiknya pak gubernur (Pasangan Haji Mo’-Novi). Jadi penting untuk diketahui, kami tidak sedang bertanding atau bertarung saling mengalahkan dengan Bu’ Novi, bukan. Target kami memberikan yang terbaik kepada DPP untuk mencalonkan siapapun,” kata pria yang dikenal santun dan ramah ini.

Dia juga menjelaskan, bahwa hingga detik ini ia terus berupaya melakukan komunikasi dengan bakal calon lainnya. Bahkan pergerakkan silatrurahim terus berjalan baik dan lancar.

“Sampai hari ini semuanya aman, nyaman, tenang dan saya tidak khawatir dengan ujungnya ini (keputusan partai). Intinya saya tidak ada kekhawatiran, dan saya percaya kepada Pak Zul sebagai Ketua TPPW akan memberikan yang terbaik buat PKS maupun masyarakat Sumbawa,” ucapnya.

“Ketika itu (Pilihan PKS) adalah Pak Haji Mo’ dan Bu Novi saya optimis, tetapi yang perlu diketahui ada dan tidak adanya saya dalam list buat Pilkada besok, Insya Allah saya tidak mau terhenti dan siap terus membantu Sumbawa. Dan untuk masalah pasangan dengan deadline yang ada, saya juga optimis akan memberikan nama pasangan,” ungkap Andy Tirta sembari menegaskan bahwa tidak ada kesan di dzolimi maupun dipermainkan. (red) 

Artikel sebelumyaNginap di Rumah Warga, Gubernur NTB Ingin Selalu Dekat dengan Masyarakat
Artikel berikutnyaFauzan Persilahkan BNN NTB Tes Urine ke OPD Lobar