HEADLINE

NTB Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2028 bersama Bali dan NTT

63
Ketua Kontingen PON NTB sekaligus Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi.

NUSRAMEDIA.COM — Nusa Tenggara Barat (NTB) nampaknya akan mengajukan diri menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali. Dimana tiga provinsi itu nantinya akan menjadi tuan rumah bersama pada giat akbar empat tahunan tersebut. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Sebagaimana dikatakan Mori Hanafi selaku Ketua Kontingen NTB, untuk menjadi tuan rumah PON, NTB harus segera mengirim surat menyatakan minat menjadi tuan rumah PON. Surat menyatakan minat itu paling lambat pada April 2022 mendatang. Pengajuan minat menjadi tuan rumah boleh satu daerah. Boleh juga bersama dua daerah sekaligus.

“Nah, sementara keinginan kita tiga daerah yaitu Bali, NTB dan NTT,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB itu, Minggu (24/10) di Mataram. Tak hanya itu, adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi tuan rumah PON pada 2028 mendatang. Antara lainnya, sebut dia, daerah harus ikut bidding PON.

Dimana biaya pendaftaran bidding saja, kata Mori, mencapai Rp 1 miliar dengan membayar uang jaminan sebesar Rp 5 miliar. Apabila kalah (dalam bidding), uang jaminan akan dikembalikan. “Kalau kita menang uang jaminan ini akan dipakai untuk study-study oleh KONI PB PON,” kata politisi muda Partai Gerindra tersebut.

Baca Juga:  WSBK Sukses, Bersiap MotoGP : Jempol Untuk Gubernur NTB!

Menurut dia, studi atau kajian itu untuk menentukan lokasi pertandingan dan apa saja yang perlu dibangun. Syarat menjadi tuan rumah PON, kata Mori, memang agak berat. Terutama, sambung dia, bila NTB ingin maju sendiri menjadi tuan rumah secara tunggal. Kemudian salah satu syaratnya harus punya sarana olahraga yang memadai minimal 30 persen.

Sekanjutnya harus jelas sumber pendanaan penyelenggaraan acara. Misalnya, kata Mori, dari APBN, APBD dan sponsor-sponsor.
Di PON Papua saja, ungkapnya, mereka memiliki tiga sponsor platinum, antara lain PT Freeport, PT PLN, dan PT Telkom. Dana sponsor dari pihak ketiga di Papua dinilainya sangat besar, sehingga penyelenggaraan kegiatan PON XX Papua berjalan sukses. “Saya perkirakan dana APBN (yang dipakai) jauh lebih besar dari APBD,” ujarnya.

Jika dilihat dari sisi kesiapan hotel, menurutnya NTB jauh lebih siap dari pada Papua. Karena jumlah kamar hotel yang ada di NTB jauh lebih banyak. Oleh karenanya, apabila NTB, Bali dan NTT menjadi tuan rumah bersama, menurut dia, sudah pasti akan lebih mudah. Misal, NTB saja memiliki 15 ribu kamar dan Bali 20 ribu kamar, maka sudah cukup.

Baca Juga:  Pulau Sumbawa Dapat Apa? Akhdiansyah : Kita Dapat Samota, Kembangkan!

“Belum lagi ditambah kamar hotel di NTT. Karena jika masuk (semua atlet) disaat yang bersamaan, paling tidak dibutuhkan 30 ribu kamar,” ungkap Mori. Dikatakan Legislator Udayana asal Dapil VI Dompu, Bima dan Kota Bima itu, di Papua tempat penginapan kurang. Sehingga mereka membagi para atlet dalam beberapa gelombang.

Ini dikarenakan, ungkap Mori, lantaran terjadinya keterbatasan akomodasi. Kemudian ada juga syarat lainnya, harus memiliki sumber daya atau ahli olahraga, memiliki cabang olahraga unggulan. Yang tak kalah penting masih kata Mori, daerah yang akan menjadi tuan rumah pernah menyelenggarakan event internasional. “Nah, semua itu dimiliki NTB, sehingga kita masuk di kriteria ini,” ujarnya.

Meski demikian, terkait ketersediaan sarana prasarana (sarpras) olahraga yang 30 persen tersebut perlu diperhitungkan. NTB, kata dia, memang memiliki GOR Turida, GOR pemuda, namun kondisinya dinilai belum layak. “Kita mungkin punya lebih dari 30 persen (sarana olahraga), tetapi tidak layak dan kita kan tahu seperti apa (kondisinya),” tegasnya.

Baca Juga:  Jum'at Berkah, Kabar Baik dari Bang Zul

Menurut Mori, sejauh ini untuk menjadi tuan rumah, Pemprov NTB sudah membangun komunikasi dengan Provinsi Papua. Bahkan, kata Mori, mereka siap mendukung. Kemudian dengan Provinsi Bali juga sudah ada komunikasi. Tapi belum komunikasi dengan Pemprov NTT.

“Ini bukan main-main. Kalau kita bisa jadi tuan rumah sangat luar biasa. Ini perlu kerja keras di level gubernur, karena ini keputusan akhirnya di Presiden,” ujarnya. Oleh karena itu, Mori Hanafi sangat berharap tiga Gubernur yaitu meliputi NTB, NTT dan Bali dapat melakukan lobi maksimal agar terpilih nantinya.

Terlebih, kata dia, ketiga gubernur ini merupakan mantan wakil rakyat di Senayan. Sehingga ia yakin ketiga gubernur dapat melakukan yang terbaik. “Kita berharap tiga kepala daerah ini yang juga mantan anggota DPR RI semua lobi pusat,” demikian Mori Hanafi. (red) 

Artikel sebelumyaPuteri Indonesia NTB Diharap Promosikan Berbagai Potensi Daerah
Artikel berikutnyaDirut RSUP, Kadis PUPR dan Tim Polda NTB Study Banding ke Italia