HEADLINE

Pembagian Bonus Atlet NTB Diwarnai Keributan

124

NUSRAMEDIA.COM — Keributan mewarnai pembagian bonus bagi Kontingen PON dan Kafilah STQ NTB di Gedung Graha Bhakti Praja lingkup Kantor Gubernur NTB, Kamis (28/10).

Keributan itu dipicu setelah sejumlah pelatih Kontingen PON NTB melakukan protes. Karena pada prosesi penyerahan bonus, tak satupun menyebutkan berapa jumlah bonus yang harus diterima para pelatih.

Sontak usai acara penyerahan yang dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Forkopimda NTB itu para pelatih kemudian melakukan protes kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Surya Bahari yang masih ada dilokasi.

Tak hanya meneriaki, para pelatih juga memaki Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB disaat Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sedang bersalaman dengan sejumlah atlet.

Tak puas dengan berteriak salah seorang pelatih sempat meluapkan emosinya dengan melayangkan tendangan kehadapan Kepala Dispora NTB. Beruntungnya tendangan itu masih terhalangi adanya kursi yang berjejeran dilokasi.

Baca Juga:  SE Gubernur NTB Dipastikan Hoax

“Kami merasa tidak dihargai. Ganti Kepala Dinas Dikpora itu Pak Gubernur, ganti!,” teriak salah satu pelatih Kempo Agus Suharian.

Ditengah situasi itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah hanya bisa terdiam. Untuk meredam suasana Ketua Kontingen PON NTB Mori Hanafi dan Ketua KONI NTB Andy Hadianto dan tamu undangan hadir kemudian menenangkan para pelatih.

Meski begitu, suara-suara ketidakpuasan masih terdengar. Dikonfirmasi terkait keributan tersebut, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengaku tidak tahu menahu apa atau duduk akar masalahnya.

Meski demikian Gubernur berjanji akan menuntaskan persoalan tersebut. “Bonus untuk para pelatih tetap akan diserahkan, mungkin tadi administrasinya saja belum lengkap. Tenang saja,” ujarnya.

Gubernur Zul menegaskan, dirinya tidak mungkin tahu sedetail itu. Namun, ia berharap kejadian itu kedepannya takkan terulang. “Gubernur tidak akan tahu sedetail itu,” katanya.

Baca Juga:  Bukan Hanya MotoGP, MXGP Juga Akan Digelar di NTB

“Tetapi ini akan jadi masukan kita. Yang jelas tidak usah dibesar-besarkan, kasihan atlet kita yang lagi semangat-mangatnya,” tambah Gubernur Zul.

Kemudian Ketua Kontingen NTB, Mori Hanafi, menyampaikan untuk Provinsi di seluruh Indonesia, provinsi NTB yang pertama memberikan bonus.

Kemudian, besaran bonus emas, perak dan perunggu, NTB urutan ketiga, sehingga perlu dihargai. Disinggung soal protes pelatih, Mori menegaskan, hal itu sudah disampaikan, hanya kendala admistrasi.

Sehingga tabungan tidak bisa di cetak. Persoalan ini hanya miskomunikasi saja, bukan substansi. Mengenai besaran bonus untuk pelatih, menurut Mori, ada rumus, ada persentasenya.

“Pak Gubernur sudah menghargai, ditengah kesulitan keuangan NTB, betul-betul menghargai atlet. Ini yang patut kita apresiasi kepada Gubernur dan Pemprov NTB,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Akan ke Abu Dhabi Perjuangkan F1

Sementara itu, Ketua KONI NTB Andy Hadianto, mengaku tidak ingin berkomentar lebih jauh mengenai hal itu. Karena urusan tersebut merupakan ranah Dinas Pemuda dan Olahraga NTB.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kerja-kerja pelatih harus diberi apresiasi. Karena pelatih juga sudah bekerja keras meski dalam kondisi tidak normal pun mereka sudah menunjukkan kinerja buat NTB.

“Intinya pelatih juga harus diapresiasi. Saya pikir pemerintah pahamlah soal itu. Ya sudah ya jangan diperpanjang, kasihan,” demikian Andy Hadianto.

Untuk diketahui, atlet peraih emas diberi bonus Rp 300 juta, peraih perak Rp 200 juta dan peraih perunggu Rp 100 juta. Pada PON XX Papua, NTB tercatat mengoleksi 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu dan berhasil masuk 10 besar duduk diperingkat ke-9 Nasional. (red) 

Artikel sebelumyaKELUARGA BESAR DPRD NTB : SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA
Artikel berikutnyaTiga Pelaku Pencurian Sapi di Plampang Diringkus Polisi