HEADLINE

Pembunuhan Sadis di Sumbawa, MS Ditetapkan Sebagai Tersangka

3956

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Polres Sumbawa akhirnya menetapkan seorang tersangka dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban SA (44) yang terjadi beberapa waktu lalu. Pelakunya yaitu MS (46) yang merupakan suami korban sendiri.

Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH didampingi Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, dalam jumpa persnya, Selasa (7/1).

Penetapan MS sebagai tersangka berdasarkan olah TKP yang dilakukan, keterangan para saksi, barang bukti yang ditemukan serta petunjuk lainnya yang mengarah kuat kepada MS.

“Dari hasil olah TKP yang dikumpulkan Satreskrim dan informasi yang didapatkan Satreskrim ini. Oleh karena itu hari ini kami dari Polres Sumbawa dan Satreskrim menetapkan tersangka yang berinisial MS,” ujar Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH didampingi Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, dalam jumpa persnya, Selasa (7/1).

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

Diterangkannya, MS sebelumnya memang sudah diamankan di Polres Sumbawa dan masih berstatus sebagai saksi. Namun seiring dengan penyelidikan, MS menjadi terduga dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasus pembunuhan secara sadis atau mutilasi hari ini sudah ditingkatkan. Orang yang diduga  yang berbuat sudah kita naikan tersangka. Jadi proses penyelidikan sudah dilaksanakan Satreskrim Polres Sumbawa. Dan kami akan terus melakukan penyidikan melengkapi berkas-berkas untuk mencari tahu adanya keterlibatan pihak lain,” jelas Kapolres.

Baca Juga:  Gerindra Siapkan Pendampingan Hukum untuk Wabup Danny

Sementara ini, motif MS membunuh SA yang merupakan istrinya sendiri berdasarkan rasa cemburu. Namun demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan-keterangan yang ada.

“Itu teknis kami nanti apabila sudah disidangkan, sudah P21 kami terangkan lebih lanjut. Masalah pembunuhan ini sangat sensitive,” tandasnya.

Tersangka nantinya akan dikenakan pasal 338 dan juncto pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup.

“Karena ada pemotongan dan sebagainya, dan indikasi juga tidak rebut ada suara-suara. Ini kita kenakan pasal 338 dan juncto pasal 340 tentang perencanaan. Ancamannya bisa hukuman mati sekurang kurangnya 20 tahun,” tukas Kapolres. (red) 

Baca Juga:  Satgas Terjunkan Tim Fokus Lakukan Perbaikan Data Tata Kelola Aset di Gili Trawangan
Artikel sebelumyaKunker ke Loteng, Kepala BNNP NTB : Perlu Langkah Antisipasi Tekan Angka Penyalahgunaan Narkotika
Artikel berikutnyaWarga Sakra : Semoga Pak Gubernur dan Pak Bupati Tetap Perhatikan Kami