HEADLINE

Pemerintah Diminta Fokus, Johan : “Terlalu Banyak Gimmick”

120

MATARAM — Anggota DPR RI, H Johan Rosihan menyoroti keras sikap dan kebijakan pemerintah dalam menyikapi pandemi COVID19. Pasalnya, pemerintah dinilai tidak fokus. Bahkan sedari awal, pemeeintah dinilainya sudah salah langkah. Alhasil, menimbulkan kebingungan teramat dalam menyelesaikan persoalan COVID19.

“Anggaran negara kita cukup untuk menangani COVID ini. Menurut saya ndak fokus aja,” kata politisi PKS ini, Jum’at (6/8) di Mataram. “Kenapa tidak fokus? karena tidak punya fokus dan bingung untuk menyelesaikan persoalan ini,” imbuh pria kelahiran asal Sumbawa tersebut.

Pemerintah, kata dia, seharusnya lebih fokus, tidak banyak gimmick. Menurutnya, pemerintah tidak perlu banyak membahas hal-hal diluar COVID19. “Terlalu banyak gimmick, terlalu banyak hal-hal diluar COVID yang dibicarakan,” sesal Legislator Senayan asal NTB I Pulau Sumbawa ini.

Tak hanya itu, soal perpanjangan PPKM juga tak luput dari sorotannya. Seharusnya, kata Johan, pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu. Pentingnya lagi, memberikan pemahaman kepada masyarakat. Baik itu, soal perkembangan, upaya yang sudah dilakukan dan lainnya.

Baca Juga:  Hari Ini, Pemprov NTB Layangkan Surat Resmi Putus Kontrak ke GTI

“Sebelumnya perpanjangan (PPKM) kemarin itu, jangan asal perpanjang-perpanjang. Seharusnya mengevaluasi dulu. Umumkan dulu ke masyarakat. Bahwa perkembangannya begini, ini yang sudah kita lakukan, ini kondisinya, kita butuh anggaran sekian. Kan gitu?, baru kemudian memutuskan perpanjang atau perpendek. Tapi inikan tidak, tiba-tiba rubah istilah, rubah apa segala macam,” sesalnya.

Kembali ditegaskannya, bahwa sejak awal pemerintah sudah salah langkah atau cara menangani COVID19. Menurut dia, dalam persoalan COVID19 ini segala sesuatunya harus jelas. “Ini sejak awal sudah salah penanganan, kalau menurut saya sih. Padahal kita sudah punya undang-undang karantina, (UU) soal kesehatan bagaimana menghadapi yang begini-gini. Ini karena kita terlalu panik,” kata Johan.

Baca Juga:  RSUD NTB Jadi RS Rujukan Tangani Pebalap World Superbike yang Alami Kecelakaan

Menurut Johan, ketika sedari awal pemerintah fokus soal masalah kesehatan, diprediksikannya maka akan lain lagi ceritanya. “Kita tidak fokus. Kesehatan misalnya, tetapi kemudian kita campur-campur, ada ekonomi, ada ini, lain sebagainya. Seandainya fokus di awal masalah kesehatan misalnya, bisa ditangani dengan baik. Yaitu dengan adanya UU karantina maupun kesehatan,” katanya.

Dari kacamatanya, kondisi saat ini sudah cukup komplikasi. Ini lantaran tidak fokusnya pemerintah dalam menyikapi COVID19. Meski demikian, ia berharap mampu menyelesaikan persoalan COVID19 yang hingga kini masih berlangsung. “Nah, kalau sekarang ini (persoalannya) sudah susah, sudah complicated. Yaudah kita bersabar saja atas kondisi ini. Ya mudah-mudahan pemerintah kembali menemukan akal sehatnya untuk menyelesaikan persoalan COVID ini,” kata Johan.

Baca Juga:  Kritikan dan Apresiasi Warnai DPRD NTB Bicara 3 Tahun Zul-Rohmi

“PKS PEDULI DAN BERBAGI”

Sebagai bentuk kepedulian nyata sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi COVID19, Johan menegaskan bahwa PKS secara terus menerus melakukan berbagai upaya nyata semaksimal mungkin.

Antara lainnya, memberikan bantuan melakukan pemotongan gaji anggota fraksi di DPR, hingga menggelar vaksinasi massal. Contoh di NTB saja, kata Johan, pihaknya menggelar vaksinasi massal untuk masyarakat.

Ini, kata dia, sebagai salah satu wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat. Utamanya adalah, juga mendukung kesuksesan program vaksinasi COVID19 secara Nasional. “Intinya, semua upaya yang dilakukan PKS adalah wujud nyata kepedulian PKS terhadap sesama,” ucapnya sembari mengingatkan semua pihak agar tetap mengutamakan prokes demi kebaikan bersama. (red) 

Artikel sebelumyaTrayek Damri KSPN Lombok Sudah Melalui Kajian
Artikel berikutnyaMinta Kran PMI ke Malaysia Dibuka