HEADLINE

Pemprov NTB Hadirkan JPS Mini

146

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah bersilaturahim dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Ruang Rapat Utama (RRU) lingkup Kantor Gubernur NTB, Selasa (3/8).

Ini berkaitan dengan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Yakni, hingga 9 Agustus 2021 mendatang.

Oleh karenanya, dengan pertemuan tersebut diharapkan lahirnya sebuah solusi. Sehingga dampak buruk PPKM bagi pelaku usaha kecil bisa diminimalisir.

“PPKM diperpanjang sampai dengan tanggal 9 Agustus. Tentu banyak yang di pertimbangkan pemerintah, sehingga masa PPKM diperpanjang,” ungkap Gubernur saat usai pertemuan tersebut.

Pertimbangan yang dimaksud, antara lainnya soal keselamatan masyarakat. Kemudian, dari sisi ekonomi, terutama bagi para pelaku usaha kecil. Karena, tak ditampik Bang Zul kerap Gubernur NTB disapa, para pedagang sangat mengeluhkan PPKM.

Sebagai seorang pemimpin, Bang Zul pun langsung bergerak cepat dalam melakukan upaya antisipasi dampak PPKM. Yaitu dengan duduk bersama dengan Asisoasi PKL. Diharapkan akan ada sebuah solusi terbaik.

Disisi lain, persoalan keselamatan masyarakat menjadi hal penting yang diutamakan untuk dijadikan perhatian bersama. “Tentu nyawa dan keselamatan masyarakat adalah hal yang paling jadi prioritas utama,” tegas Bang Zul.

Baca Juga:  Kritikan dan Apresiasi Warnai DPRD NTB Bicara 3 Tahun Zul-Rohmi

“Pedagang-pedagang kecil kita berteriak terhadap pemberlakuan kegiatan masyarakat. Oleh karenanya, bersama asosiasi PKL kita mencoba mencarikan solusi agar dampak buruk PPKM bisa diminimalisir,” imbuhnya.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian nyata pemerintah, masih kata Bang Zul, pihak OJK maupun Bank yang ada diminta dapat menyediakan dan memberikan pinjaman/modal kepada pelaku usaha kecil.

“Dan tentu saja akan ada paket-paket bantuan untuk langsung diberikan kepada masyarakat selama PPKM ini. Paket-paket bantuan akan menggunakan produk2 lokal, sehingga UKM lokal juga berdaya dan menggeliat,” pungkasnya.

HADIRKAN JPS MINI

Terpisah, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB Dr Najamuddin Amy menegaskan, bahwa hingga sejauh ini, pemerintah daerah terus bergerak. Terlebih dengan diperpanjangnya PPKM. “Kami tidak berhenti bergerak. Pandemi belum selesai,” ujarnya.

Pemerintah dalam hal ini akan berupaya hadir maksimal untuk masyarakat. Meski demikian, menyenangkan semua pihak tentu bukan hal mudah. Oleh karenanya, pedagang kecil akan dijadikan perhatian sebagai langkah awal.

“Terutama pedagang kecil yang terdampak pada PPKM level empat (IV) dan tiga (III). “Intinya, Pemprov NTB tidak pernah berhenti memikirkan warganya yang terdampak,” kata Doktor Najam akrab Kadiskominfotik NTB disapa.

Baca Juga:  Posisi Tawar Zul Dinilai Melemah, Zul-Rohmi Berpotensi Pisah Jalan

Bahkan, masih kata pria kelahiran asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu, pagi tadi Gubernur NTB telah melakukan langkah cepat dengan membuat sebuah gebrakan.

“Pak Gub NTB membuat langkah taktis terbaru JPS Mini berupa paket sembako yang dikumpulkan dari sumbangan BUMD, Baznas NTB dan para donatur lainnya,” kata Doktor Najam.

“Untuk awal ini akan disediakan 20 ribu paket sembako yang berisi beras, ikan kering, kopi/teh. Dan dipastikan berasal dari produk lokal UMKM kita di NTB. Kemudian kali ini, Ibu Eva Karo Ekonomi didapuk jadi komandannya oleh Pak Gub,” ungkapnya.

Menurut mantan Karo Humas dan Protokol Setda NTB ini, JPS Gemilang saat awal pandemi menjadi best practices yang banyak dicontoh. “Masa PPKM inipun, keberpihakan pada UMKM terus dipelihara seiring empati kita pada warga yang terdampak,” tegasnya lagi.

Bahkan, kata Kepala Diskominfotik NTB, pelibatan asosiasi pedagang, organisasi kemasyarakatan pemuda, badan eksekutif mahasiswa juga diminta untuk turut serta ambil bagian dalam melakukan pendistribusian JPS Mini. “Termasuk juga mereka diajak melewati masa PPKM ini,” ujar Najam.

Baca Juga:  Panen Padi di Sumbawa, Johan : Tidak Ada Alasan Lagi Bagi Pemerintah Lakukan Impor Beras!

Tak hanya itu, kata dia, masih fresh juga langkah-langkah taktis dan konkrit yang dilakukan. Dimana para Kepala OPD urunan dan membagi paket sembako. “Begitu pula terkait kelangkaan oksigen. Ada satgas Pengendalian Oksigen yang dikomandani oleh Dae Iwan Asisten II Setda,” terangnya.

“Dan ada juga keberpihakan membeli beras petani melalui ASN Pemprov NTB mulai Agustus ini yang dikomandani oleh Abah Ibnu Salim Inspektur Pemprov NTB. Begitu pula soal penanganan Covid19 yang dikoordinir oleh Ibu Eka Asisten III Setda NTB ” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan Doktor Najam, bahwa aman dan produktif menjadi kebutuhan bersama. Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi terus berfikir dan bekerja serta menunjukkan keberpihakan dan kehadirannya dimasa-masa sulit ini.

“Ayo ikut berbagi untuk saudara kita terdampak. Bersama membangun empati dan peduli. Bukankah menyalakan sebatang lilin lebih mulia daripada mengutuk kegelapan?,” demikian Kepala Diskominfotik NTB. (red) 

Artikel sebelumyaDigitalisasi Pariwisata Dilaunching
Artikel berikutnyaHBK Pugar 50 Rumah Tidak Layak Huni di Lombok