HEADLINE

Pentingnya PHBS : “Mari Tetap Patuhi Prokes”

55

MATARAM — Pandemi COVID19, nampaknya cukup membuat kejenuhan ditengah masyarakat. Bahkan tak jarang, masih ada sebagian masyarakat yang tak percaya dengan keberadaan COVID19.

Hal itupun tak ditampik oleh Dr Najamuddin Amy selaku Kepala Dinas Kominfotik NTB. Mengingat hingga kini pandemi COVID19 pun masih terus berlangsung. Meski demikian, pemerintah tak pernah lelah dan berhenti mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

“Kejenuhan adalah hal yang wajar, dan sekalipun tidak percaya (dengan keberadaan corona), tapi kami tetap mengimbau masyarakat NTB agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at 24 Juni 2021 di Mataram.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

Menurut mantan Karo Humas dan Protokol Setda NTB itu, pandemi COVID19 tidak hanya terjadi di NTB, melainkan hal yang sama juga terjadi nyaris dibelahan dunia.

Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Doktor Najam itu meminta kepada masyarakat NTB khususnya, agar dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Pentingnya pola hidup bersih dan sehat serta tetap mengedepankan protokol kesehatan. Karena bagaimanapun, kenyataannya dimasa ini kita sedang berada ditengah situasi pandemi,” imbaunya.

Baca Juga:  Legislator NTB Dorong Lanal Mataram Naik Type A

Tak hanya itu, pria kelahiran asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu juga mengajak agar masyarakat selalu waspada. Terlebih dalam menjaga diri sendiri, keluarga dan orang lain.

“Mari kita mulai kesadaran dari diri kita sendiri. Jaga, lindungi dan sayangi keluarga kita dan orang lainnya. Tetap pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan selalu menjaga jarak,” pinta Doktor Najam.

Hal itu menurut dia menjadi penting. Yaitu demi kebaikan bersama. Terlebih dalam bersama-sama kompak menekan laju angka COVID19 di Provinsi NTB. “Demi kebaikan bersama, maka mari kita tetap patuhi protokol kesehatan,” demikian Najamuddin Amy. (red) 

Baca Juga:  Hari Ini, Pemprov NTB Layangkan Surat Resmi Putus Kontrak ke GTI
Artikel sebelumya50% Lebih Posyandu di NTB Menjadi Posyandu Keluarga
Artikel berikutnyaGubernur NTB Raih Anugerah Best Inspiring Tourism Initiative