HEADLINE

Polda NTB : Isu Penculikan Anak ‘Hoax’!

193

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Isu penculikan anak belakangan ini cukup marak beredar. Kabar itu sempat mencuat hampir terjadi di semua Kabupaten/Kota lingkup Nusa Tenggara Barat.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat, Kombes Pol Artanto.

Belum lagi, sempat di gembar gemborkan melalui sosial media, terutama facebook. Ini tentunya menjadi kekhawatiran warga masyarakat, khususnya di NTB.

Menanggapi isu tersebut, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto yang dikonfirmasi NUSRAMEDIA dengan tegas menepis adanya isu tersebut.

“Nggak benar itu (isu penculikan anak), dan sudah di stempel hoax (bohong),” ujar Artanto, Ahad malam (23/2) kemarin di Mataram.

Baca Juga:  Gerindra Siapkan Pendampingan Hukum untuk Wabup Danny

Pihak kepolisian, khususnya Polda NTB kata dia, tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap para penyebar isu hoax dengan undang-undang yang berlaku.

Untuk itu sambung Kabid Humas Polda, meminta kepada masyarakat agar dapat bijak dalam bersosial media. Ia juga menghimbau, agar isu (hoax) penculikan anak distop.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta agar lebih selektif dalam menerima atau menyebarkan informasi. Baik melalui pesan singkat maupun media sosial lainnya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Tetap tenang dan waspada tanpa mengurangi perhatian bagi si buah hati,” pesannya.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

“Karenanya, setiap informasi yang diterima dapat disaring dulu sebelum di share. Kroscek dulu terhadap pemberitaan yang membingungkan melalui media yang terpercaya,” demikian Kombes Pol Artanto menambahkan.

Sekedar informasi, pihak Kominfo RI sudah memberikan stempel hoax terhadap isu penculikan anak. Pasalnya, beredar postingan di sosial media Facebook kutipan surat kabar lokal di salah satu daerah lingkup Indonesia ini.

Dimana pada surat kabar itu berisi harga satu anak 5 miliar predator intai korban tanpa pengawasan dan terdapat detail harga setiap organ tubuhnya kalau dijual.

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

Faktanya Divisi Humas Polri melalui akun resminya di Instagram menyatakan bahwa pemberitaan mengenai penjualan organ anak-anak adalah berita bohong.

Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak termakan isu hoax terkait maraknya kabar penculikan anak. (red) 

Artikel sebelumyaLantaran Status WA, Aparat Dua Desa Gedor SMK di Lobar
Artikel berikutnyaPupinka Gelar Diskusi tentang Sampah dan Bergotong Royong