HEADLINE

Progres Pembangunan Smelter Baru Mencapai 27 Persen

120
Kepala Dinas ESDM NTB, Zainal Abidin (kiri) dan Anggota DPRD NTB Dapil V Sumbawa-KSB, Muhammad Nasir (kanan)

NUSRAMEDIA.COM — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Zainal Abidin mengungkapkan progres pembangunan smelter diwilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Perkembangan terbarunya sudah diangka sekitar 27 persen,” ujar mantan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB tersebut kepada wartawan di Mataram.

Angka 27 persen itu, sambung dia, termasuk proses pembebasan lahan, pemerataan dan lain sebagainya. Dimana ditargetkan tuntas sesegera mungkin. Disisi lain, pria yang kerap disapa Abe itu tak menampik, bahwa masih ada beberapa persoalan yang menjadi fokus. Yaitu terkait pembebasan lahan.

“Lokasi yang masih belum tuntas (dibebaskan) hanya satu lokasi. Tapi sekarang masih dalam tahap negosiasi,” katanya. Dia menegaskan bahwa hingga saat ini pihak pemerintah terus melakukan berbagai upaya termasuk mediasi agar persoalan itu segera terselesaikan.

“Kita hanya membantu mediasi (soal pembebasan lahan). Tapi info terakhir (Pemda KSB) masih mediasi tahap akhir,” ungkap Abe. Dirinya mengaku tidak mengetahui persis jumlah lahan yang masih belum tuntas itu. Namun prinsipnya pemerintah akan segera menuntaskan persoalan tersebut.

PT AMNT telah selesai menandatangani kontrak dengan perusahan luar asal Cina. Sehingga meski masih ada kendala dalam pembebasan lahan, proses pengerjaan lainnya dipastikan akan jalan terus. “Saya belum cek luas yang belum berapa. Tapi hanya di satu lokasi milik satu orang,” terangnya. “Ini akan berproses terus. Mudah-mudahan bisa segera tuntas, lebih cepat lebih baik,” imbuh Abe.

Baca Juga:  WSBK Sukses, Bersiap MotoGP : Jempol Untuk Gubernur NTB!

Zaenal juga menegaskan pihaknya telah membentuk Tim Percepatan Rencana Pembangunan Industri Pertambangan (Smelter). Sehingga peran Pemprov dalam hal ini hanya mendorong dari sisi regulasi selanjutnya antara PT AMNT dengan perusahan luar melangsungkan kegiatan Bisnis to Bisnis (B to B).

Sementara itu Masyarakat KSB menghendaki secepatnya pembangunan smelter di wilayah setempat, dapat dipercepat realisasinya. Itu menyusul, kapasitas smelter yang dibangun semula direncanakan 1,3 juta ton pertahun, turun menjadi 900 ton pertahun, akan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk warga setempat.

Kehadiran rencana pembangunan smelter tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat. Sebab dengan kehadiran smelter, diyakini akan menjadi daya pendongkrak perekonomian, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Oleh karena itu, sebelumnya Anggota DPRD NTB asal Dapil V Sumbawa-Sumbawa Barat, Muhammad Nasir mendorong agar pembangunan smelter dapat disegerakan. “Kita dorong betul pembangunan smelter ini supaya benar-benar dibangun. Karena kita harapkan akan menjadi daya ungkit ekonomi,” ujarnya belum lama ini di Mataram.

Baca Juga:  Pulau Sumbawa Dapat Apa? Akhdiansyah : Kita Dapat Samota, Kembangkan!

“Dan kita harapkan juga dengan adanya smelter ini bisa memberikan multiplier effect. Karena (kehadiran smelter) ini sudah ditunggu-tunggu,” tambahnya. Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, masyarakat dan Pemkab Sumbawa Barat menyambut baik rencana pembangunan smelter.

Karena disadari, sambung dia, kehadiran smelter akan mampu memberikan sebuah perubahan. Terutama menjanjikan peningkatakan taraf hidup masyarakat. “Intinya, masyarakat dan pemda sudah sangat welcome. Karena masyarakat sadar betul akan ada multiplier effect yang luar biasa dari dari smelter ini,” kata Nasir.

Pria yang dikenal santun dan ramah ini juga meminta kepada pemerintah daerah setempat maupun provinsi agar mengawal pemnangunan smelter. “Karena secara tehnis sudah tidak ada masalah lagi. Tinggal tindaklanjut dari perusahaan saja, bolanya di perusahaan yaitu PT AMNT,” tegas Anggota Komisi III DPRD NTB ini.

“Karena ini amanat undang-undang, bahwa harus ada proses hilirisasi industri tambang itu,” tambah Legislator Udayana tersebut. Oleh karenanya, mantan Ketua DPRD KSB itu mendorong agar Pemkab Sumbawa Barat mulai dari sekarang bergerak merencanakan segala sesuatunya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Akan ke Abu Dhabi Perjuangkan F1

Yaitu mempersiapkan masyarakat supaya bisa menangkap peluang atas kehadiran semelter tersebut. Salah satunya, dengan menyiapkan keterampilan masyarakat KSB. “Harus disiapkan, penyiapan tenaga terampil seusai dengan kebutuhan, supaya masyarakat jadi bagian dari semelter ini. Sehingga mengurangi pengangguran dan terjadi gini rasio kita makin bagus,” kata Nasir.

“Efek ekonomi regional dapat manfaat luar biasa. Itu sebabnya Pemprov membuat tim percepatan pembangunan smelter itu juga,” tambah Anggota Komisi III DPRD NTB ini. Menurut dia, Pemkab Sumbawa Barat harus menangkap peluang ini. Kemudian melakukan identifikasi pekerjaan apa yang sangat dibutuhkan. “Nah, kemudian secara paralel pula didik masyarakat sesuai kebutuhan. Sehingga pada saat operasi, tidak ada alasan lagi perusahaan untuk tidak menggunakan SDM lokal,” tutup Muhammad Nasir.

Sekedar informasi, Pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang semula direncanakan tuntas 2022, mundur menjadi 2023. Selain itu, kapasitas smelter yang dibangun semula direncanakan 1,3 juta ton pertahun, turun menjadi 900 ton pertahun. Mundurnya target pembangunan smelter atau pabrik pemurnian emas dan temabaga tersebut diakibatkan pandemi COVID19. (red) 

Artikel sebelumyaHutang Pemprov NTB ke Rekanan Rp 118 Miliar Lebih
Artikel berikutnyaAsaat Abdullah Didorong Maju Bertarung