HEADLINE

RSUD NTB Jadi RS Rujukan Tangani Pebalap World Superbike yang Alami Kecelakaan

69
Direktur RSUD NTB, dr H Lalu Herman Mahaputra

NUSRAMEDIA.COM — Terus melakukan pembenahan secara maksimal dan memberikan yang terbaik, itulah yang terus dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengingat NTB sendiri akan menjadi pusat perhatian dunia dengan adanya event Internasional yang tidak lama lagi akan digelar tepatnya di Lombok Tengah.

Yaitu olahraga bergengsi balapan dalam memacu kuda besi di Sirkuit Mandalika. Diketahui, November mendatang akan berlangsung World Superbike (WSBK). Kemudian pada tahun 2022 mendatang, akan dilaksanakannya balapan paling dinantikan oleh dunia, yakni MotoGP.

Tentunya semua mata akan tertuju pada NTB. Pasalnya, mereka tak ingin melewatkan untuk menyaksikan para rider dunia memacu kuda besinya di sirkuit kebanggaan NTB khususnya, Indonesia umumnya. Oleh karena itu, hingga saat ini segala sesuatunya terus dipersiapkan. Salah satunya dari sisi kesehatan, yang mana RSUD Provinsi NTB pun akan dilibatkan.

Baca Juga:  Selamat, Hari Ini NTB Panen Emas di PON Papua : Alhamdulillah!

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional atau Federation Internationale de Motocyclime (FIM) menjadikan RSUD NTB sebagai rumah sakit rujukan penanganan pebalap World Superbike (WSBK) yang mengalami kecelakaan di Sirkuit Mandalika.

Sehingga, diharapkan RSUD NTB akan mempercepat pembangunan helipad di rumah sakit milik daerah tersebut. “Sudah finalisasi dengan MGPA dan FIM. Memang kemarin, mereka kita ajak mengunjungi RSUD NTB. Mereka bilang oke,” kata Direktur RSUD NTB, dr H L Herman Mahaputra di Mataram.

Lantaran ditetapkan menjadi RS rujukan yang menangani pebalap WSBK yang mengalami kecelakaan, RSUD NTB sendiri kini tengah menyiapkan helipad. Keberadaan helipad dinilai sangat penting. Yakni sebagai tempat mendaratnya helikopter yang membawa pebalap jika ada yang mengalami kecelakaan di venue utama Sirkuit Mandalika. Herman Mahaputra mengatakan, waktu tempuh dari Sirkuit Mandalika ke RSUD NTB menggunakan helikopter sekitar 12 menit.

Baca Juga:  Celan and Clear, Inspektorat NTB : "Sudah Diaudit BPK Secara Terperinci"

Sedangkan melalui jalur darat waktu tempuh dari Sirkuit Mandalika ke RSUD NTB sekitar 36 menit. Sehingga, tidak ideal apabila menggunakan jalur darat. “Yang mendesak sekarang pembangunan helipad. Minggu ini kita akan mulai bangun. Kalau pembangunan helipad tidak sulit,” kata pria yang akrab disapa Dokter Jack ini.

Selain itu, ia mengaku pihaknya juga sudah membicarakan penyiapan transportasi udara dari Sirkuit Mandalika ke RSUD NTB dengan Bali Air. Ia menyebutkan, sedikitnya dibutuhkan dua helikopter. Untuk itu, pihaknya juga akan bersurat ke Mabes TNI.

Meminta untuk peminjaman helikopter milik TNI. “Sekarang kita lagi siapkan helipad di RSUD NTB. Kemudian kita akan mengisi medical center yang ada di Sirkuit Mandalika. Sehingga nanti, pada saat pelaksanaan WSBK, benar-benar NTB siap,” tegasnya.

Baca Juga:  Wagub NTB : Agar Anak Bangsa Tidak Lost Control!

Medical center atau mini hospital yang dibangun di Sirkuit Mandalika, kata Dokter Jack, akan diback up oleh RSUD NTB. RSUD NTB akan mengisi fasilitas-fasilitas penunjang yang dibutuhkan seperti x-ray mobile, lat USG dan lainnya. Dan beberapa dokter spesialis emergency, anastesi, bedah saraf, ortopedi dan bedah plastik. “Karena nanti kalau ada potensi kecelakaan, bisa luka bakar bisa terjadi,” katanya.

Sedangkan RS Mandalika yang telah dibangun, kata dia, tidak digunakan untuk menangani pebalap yang mengalami kecelakaan. RS Mandalika, RSUD Praya dan rumah sakit lainnya di Pulau Lombok akan disiapkan untuk menangani pengunjung atau penonton yang membutuhkan perawatan. “Untuk event WSBK, kami akan melibatkan semua rumah sakit yang ada di Pulau Lombok,” tandasnya. (red) 

Artikel sebelumyaDP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan
Artikel berikutnyaHBK Peduli Akan Gelar Vaksinasi Gratis bagi Masyarakat di Pulau Lombok