HEADLINE

Sejumlah Daerah Juga Pinjam Dana ke PT SMI

110

MATARAM — Dampak pandemi COVID19 cukup memukul perekonomian dan keuangan daerah. Betapa tidak, pemerintah harus melakukan refocusing anggaran. Dimana anggaran itu diperioritaskan untuk penanganan pandemi. Program strategis ditiap daerah pun harus mengalami stagnasi. Sebagai salah satu solusi, sejumlah daerah di Indonesia pun memanfaatkan stimulus ekonomi dari pemerintah pusat.

Yakni dalam bentuk pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Khusus Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melakukan pinjaman dana sebesar Rp 750 miliar. Tak hanya NTB, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dua kabupaten lainnya seperti Tulang Bawang Barat dan Pohuwato juga melakukan pinjaman dana ke PT SMI.

Itu ditandai dengan ikut sertanya sejumlah daerah teesebut melakukan penandatangan perjanjian pinjaman dana PEN bersama Direktur Utama PT SMI yang digelar secara virtual, Jumat (13/8) kemarin. Seperti diketahui, Pemprov NTT mendapat pinjaman dari PT SMI sebesar Rp1,5 trililun untuk pembangunan infrastruktur pada 2021.

Pinjaman Pemerintah NTT difokuskan membangun infrastruktur jalan dan sektor pertanian dan peternakan guna mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat NTT. Kemudian Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang mengusulkan pinjaman dana PEN sebesar Rp 218 miliyar dari PT SMI. Namun yang bisa direalisasikan itu hanya Rp 150 Miliar rupiah. Dana tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Baca Juga:  Pemprov Kapan Surati GTI? Ini Kata Gubernur NTB

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) juga mengajukan pinjaman dana PEN ke PT SMI. Namun jumlah dana yang dipinjam belum diketahui. Meski begitu, Bupati Tubaba, Umar Ahmad juga hadir dalam penandatangan perjanjian pinjaman bersama pemerintah Provinsi NTB, Provinsi NTT dan Kabupaten Pohuwato.

Khusus NTB, sebagaimana diungkapkan Gubernur Dr H Zulkieflimansyah, dari nominal Rp 750 miliar itu akan diperuntukan untuk dua hal sebagai prioritas. Pertama senilai Rp 500 miliar akan diperuntukan untuk pengembangan RSUD Provinsi NTB. Yakni sebagai sentral rumah sakit rujukan kesehatan bagi masyarakat NTB serta mampu menghadirkan rumah sakit yang memiliki pelayanan standar internasional yang akan mendukung penyelenggaraan MotoGP 2022 dan event internasional lainnya di NTB.

Kemudian, Rp 250 miliar akan diprioritaskan untuk mempercepat pemulihan perekonomian daerah melalui perbaikan sejumlah infrastruktur jalan yang tersebar di sepuluh kabupaten kota se-NTB. Ruas-ruas jalan yang diprioritaskan adalah jalan yang memiliki potensial terhadap sentral produksi pangan, kawasan industri smelter, kawasan menuju geopark Tambora, kawasan terisolir, potensial ketahanan pangan seperti komoditas kopi dan lain-lain serta kawasan menuju destinasi pariwisata.

Baca Juga:  Surat Putus Kontrak Segera Dilayangkan Pemprov ke GTI

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengucapkan terimakasih kepada pihak PT SMI atas pinjaman yang diberikan untuk Provinsi NTB. Karena dengan adanya pinjaman dana ini, menurut Gubernur, memberikan peluang untuk dapat segera bangkit akibat pukulan pandemi. Terutama dari sisi perekonomian di NTB. “Kami sangat berterima kasih kepada PT. SMI atas pinjaman yang diberikan. Ini memberikan nafas bagi kami untuk segera membangkitkan perekonomian di NTB,” kata Gubernur.

Bang Zul akrab Gubernur NTB disapa menegaskan, bahwa pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengembangan RSUD NTB dan pembangunan infrastruktur jalan yang diharapkan akan segera memulihkan dan membangkitkan perekonomian masyarakat. “Mudah-mudahan kami mampu melaksanakan amanah ini secara maksimal demi kepentingan masyarakat NTB. Terimakasih kepada PT SMI,” demikian Gubernur NTB.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

Sementara itu, Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad menjelaskan, pinjaman itu merupakan respon dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan atas dampak dari pandemi COVID19 yang memengaruhi ekonomi dan keuangan disetiap daerah.

Tentunya, PT SMI senantiassi berupaya mendorong Pemda agar bisa mengatasi khusus percepatan pemulihan ekonomi. “PT SMI juga akan terus melakukan pemantauan atas penyaluran dana pinjaman ini agar pembangunan di daerah berjalan dengan baik,” katanya.

Pihaknya juga berharap dengan adanya pinjaman ini mampu meningkatkan infrastruktur dan peleyanan publik kepada masyarakat “Kami mengharapkan peran serta seluruh pemerintah pusat dan daerah untuk mampu mengawal pencapai tujuan yang diharapkan,” demikian harap Direktur PT SMI.

Sekedar informasi, acara penandatanganan pinjaman dana itu juga dihadiri dan disaksikan oleh Wakil Gubernur NTB-Hj Sitti Rohmi Djalillah, Ketua DPRD NTB-Hj Baiq Isvie Rupaeda, Ketua Komisi III DPRD NTB-Sambirang Ahmadi, Sekda NTB-HL Gita Ariadi, Kepala BPKP, Kepala Dinas PUPR NTB dan lainnya. (red) 

Artikel sebelumyaDPKP NTB Akan Bangun Gedung Perpustakaan Modern
Artikel berikutnyaSambirang Ahmadi Nahkodai PSTI NTB