HEADLINE

Sejumlah Kecamatan Alami Kekeringan Ekstrem

276

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Delapan Kacamatan di Kabupaten Sumbawa alami kekeringan ekstrem. Wilayah dimaksud rata-rata tidak diguyur hujan hampir tiga bulan.

Kepala BMKG Stasiun Meterologi Sumbawa Besar Endrtiyono, mengatakan, delapan wilayah dikategorikan alami kekeringan ekstrem dikarenakan wilayah tersebut telah lebih dari 60 hari tidak turun hujan.

“Beberapa wilayah kita dilihat dari segi Metrologisnya memang mengalami kekeringan, didasarkan curah hujan yang beberapa bulan sudah tidak ada di daerah tersebut lebih dari 2 bulan atau lebih 60 hari. Itu dianalisiskan mempunyai kekeringan yang ekstrem,” ujarnya, Rabu (7/8).

Baca Juga:  Penjualan Tiket World Superbike Mandalika Secara Offline Dibuka

Adapun delapan Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Alas Barat selama 95 hari, Lape 93 hari, Moyo Hulu 89 hari, Sumbawa 87 hari, Buer dan Batulanteh 86 hari, kemudian Orong Telu 82 hari, dan  Kecamatan Alas 63 hari.

“Rata-rata sudah sudah hampir 3 bulan daerah tersebut sudah tidak hujan. Jadi dari segi metrologisnya kondisi tersebut menunjukan bahwa kekeringan yang termasuk ekstrem,” tambahnya.

Dijelaskannya, untuk bulan Agustus ini diperkirakan masih tidak ada turun hujan, karena masih terjadinya phenomena muson timur yaitu angin bertiup dari daratan Australia menuju ke Asia, yang mengakibatkan awan pembentuk hujan tertiup oleh angin tersebut.

Baca Juga:  Na'as, Pemancing Asal Jakarta Jatuh dari Tebing

“Jadi sekarang masih belum turun hujan karena masih angin timuran atau muson timur. Itu rutin setiap tahun melintasi wilayah kita. Puncaknya untuk saat ini wilayah NTB sebagain besar bulan agustus. Sekitar bulan November kemungkinan ada hujan,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak dari puncak musim kemarau, Seperti kekurangan air bersih dan kabakaran lahan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak yang disebabkan oleh potensi kekeringan yaitu kekurangan air bersih, kemudian kebakaran lahan, jadi menghemat air untuk keperluan sehari-hari,” imbuhnya. (NM3)

Baca Juga:  Atraksi Unik Sasambo Akan Warnai Karnaval di Mandalika
Artikel sebelumyaAkan Ada Tersangka Baru di Kasus Balai Nikah Labangka
Artikel berikutnyaTimgab TNI-Polri Gagalkan Aksi Penyelundupan Rusa Komodo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here