HEADLINE

Soal Pembatasan Tamu di DPRD NTB, Mori Hanafi : Ini Rumah Rakyat, Nggak Boleh Dibatasi!

283

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat kini sedang merancang kode etik bagi anggota DPRD setempat.

Hanya saja, ada hal yang menarik dalam salah satu rancangan ketentuan yang dipersiapkan itu. Yakni soal tamu yang bakal berkunjung ke gedung Udayana.

Jika selama ini kesannya pengunjung/tamu ‘nyelenong’ menemui dan memasuki ruang komisi/fraksi, nampaknya hal itu tidak bakal bisa lagi.

Pasalnya, pihak BK kini sedang mempersiapkan sebuah pola peraturan untuk para pengunjung/tamu sehingga dengan harapan terciptanya ketertiban di DPRD NTB.

Baca Juga:  DPRD Pertanyakan Keputusan Strategis Pemprov NTB

Namun, sayangnya hal itu menuai berbagai tanggapan dari sejumlah pihak. Sebab, aturan atau pola yang akan diterapkan itu seolah membatasi pengunjung/tamu untuk bertemu dengan para wakilnya.

Menanggapi soal ini, Wakil Ketua I DPRD NTB, H Mori Hanafi menegaskan bahwa DPR adalah rumah rakyat, sehingga tidak boleh dibatasi.

Menurutnya, jika mengatur tempat untuk penerimaan pengunjung atau tamu agar lebih tertib dinilainya adalah hal yang wajar.

“Nggak boleh (dibatasi), ini rumah rakyat. Kalau mau diatur penempatannya sah-sah saja, tapi nggak boleh dibatasi,” tegas Mori Hanafi.

Baca Juga:  Satgas Terjunkan Tim Fokus Lakukan Perbaikan Data Tata Kelola Aset di Gili Trawangan

“Prinsipnya DPR tidak boleh menolak tamu atau orang ingin datang. Nggak boleh, itu tidak boleh,” imbuhnya lagi.

Harus diakui lanjut Mori, kapasitas ruang yang ada di DPR sangat terbatas. Sebab ruangan yang digunakan seperti komisi maupun fraksi tetap digunakan bersama untuk bekerja.

“Kalau mau diatur mungkin ada tempat yang lebih representatif kan malah lebih bagus dong,” ucapnya.

“Kan tau sendiri mereka kerja, rapat, koordinasi disitu (komisi/fraksi) juga. Jadi jangan diartikan salah, intinya tidak boleh ada pembatasan, 24 jam harus terbuka rumah DPR,” demikian H Mori Hanafi menambahkan. (red) 

Baca Juga:  Posisi Tawar Zul Dinilai Melemah, Zul-Rohmi Berpotensi Pisah Jalan
Artikel sebelumyaWarga NTB Jangan Mau Jadi PMI Non Prosedural
Artikel berikutnyaPembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Diharapkan Tuntas Tepat Waktu