HEADLINE

Stok Oksigen di NTB Aman

70

MATARAM — Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah menegaskan bahwa ketersediaan stok oksigen untuk kebutuhan terapi pasien COVID19 di Provinsi NTB masih aman.

“Saya baru cek, ketersediaan oksigen untuk NTB, Insya Allah tersedia cukup. Kita tidak kekurangan oksigen,” kata Bang Zul kerap Gubernur NTB disapa.

Menurut dia, berkaitan dengan distribusi ke wilayah kabupaten/kota terutama di Pulau Sumbawa sedikit membutuhkan waktu.

“Ini semata bukan karena kelangkaan, tapi karena persoalan distribusi yang memerlukan waktu, karena jarak tempuhnya,” tegas Bang Zul.

Baca Juga:  Posisi Tawar Zul Dinilai Melemah, Zul-Rohmi Berpotensi Pisah Jalan

Misalnya untuk mendistribusikan tabung oksigen dari Kota Mataram ke Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa dan KSB cukup memakan waktu.

Selain itu juga, sambung dia, karena terbatasnya sumber daya manusia atau tenaga terampil yang bisa melakukan pengisian tabung oksigen dan persoalan lainnya.

Untuk itu, Gubernur berharap Bupati/Walikota se-NTB bersama Tim Satgas termasuk TNI/Polri harus melakukan monitoring.

Terutama dalam pengawasan pasokan serta ketersediaan oksigen maupun obat-obatan medis dimasa PPKM Mikro. Ini demi memutus matarantai penyebaran COVID19.

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

Maka dari itu, Bang Zul meminta kepada masyarakat tidak khawatir berlebihan dan berharap agar masyarakat tetap tenang. “Masyarakat diharapkan tenang, tetap ikuti prokes dan jaga kesehatan,” demikian Bang Zul.

Sekedar informasi, sebelumnya pihak kepolisian sudah memastikan stok oksigen di NTB aman. Hingaa saat ini, stok oksigen 220 ton.

Dari jumlah itu, 80 ton sudah terpakai. Artinya masih ada tersisa 140 ton lagi. Hal ini ditegaskan oleh Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto.

Baca Juga:  DPRD Pertanyakan Keputusan Strategis Pemprov NTB

Yakni tepatnya, pada saat mengawal dalam hal pendistribusian oksigen ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB beberapa waktu lalu. (red) 

Artikel sebelumyaPolres Sumbawa Lakukan Pembubaran Paksa
Artikel berikutnyaOrang Tua Hafizah : “Terimakasih Pak Gubernur dan Direktur RSUD NTB”