HEADLINE

Style Doktor Zul Dinilai Mirip Jokowi

88

NUSRAMEDIA.COM — Kisruh pengelolaan aset daerah di Gili Trawangan yang sudah dua dekade tak selesai, kini memasuki tahap final. Pemprov NTB sudah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak produksi dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI).

Bahkan rencananya akan menyerahkan aset daerah seluas 65 hektare itu dikelola oleh masyarakat lokal. Keputusan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah memutus kontrak PT GTI bukan saja disambut baik oleh masyarakat Gili Trawangan.

Tapi juga banyak diapresiasi dan menuai pujian publik. Setelah dari berbagai pihak, kini giliran Karman BM seorang aktivis kepemudaan bersuara.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

“Keberanian Gubernur NTB, Doktor Zul tidak memperpanjang kontrak dengan GTI membuktikan bahwa Gubernur mendengarkan aspirasi publik, dan keberpihakan pada masyarakat dan daerah ini,” ujarnya kepada media ini, Kamis (9/9).

Menurut Karman, keputusan Doktor Zul tersebut bukanlah keputusan yang secara tiba-tiba dan tanpa dasar. Melainkan melalui proses panjang dan pertimbangan matang.

Bahkan ditahap-tahap awal, banyak pesimistik yang muncul. Karena Pemprov NTB sempat hendak memperpanjang kontrak dengan GTI melalui addendum pembaruan point kerjasama.

Namun akhirnya dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat Gili Trawangan dan juga diskusi publik yang berkembang, Doktor Zul akhirnya memutus kontrak GTI.

Baca Juga:  Satgas Terjunkan Tim Fokus Lakukan Perbaikan Data Tata Kelola Aset di Gili Trawangan

“Saya melihat style Doktor Zul memang pas sebagai pemimpin, keputusannya diambil setelah semua hal dipertimbangkan dengan matang,” kata Karman.

“Salah satu alasan kontrak GTI tidak diperpanjang karena benefit untuk daerah sangat kecil selama ini dan ada dugaan diterlantarkan,” tambahnya.

Diurainya, Gubernur Zul juga turun dan melihat langsung kondisi Trawangan. Eksistensi masyarakat yang membangun usaha jasa pariwisata di Gili Trawangan selama ini lebih memberi kontribusi, setidaknya pada sektor kepariwisataan NTB.

Bahkan dinilai Karman, efek domino untuk lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi daerah pun lebih bisa dirasakan, ketimbang hasil kontrak dengan GTI.

Baca Juga:  Panen Padi di Sumbawa, Johan : Tidak Ada Alasan Lagi Bagi Pemerintah Lakukan Impor Beras!

“Semangat Gubernur NTB ini saya lihat mirip semangat Presiden Jokowi ketika mengambil alih Freeport. Jadi lebih mengedepankan kepentingan daerah dan masyarakat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan setelah ini semua, maka nilai tambah bagi perkembangan di Gili Trawangan bisa tercapai,” tambahnya lagi.

Karman menambahkan, keputusan Gubernur Zul untuk masalah Gili Trawangan ini menjadi episode final dari drama panjang sejak 1995 yang selama ini seolah tak bisa terurai oleh kepemimpinan sebelumnya. (red) 

Artikel sebelumyaWarga Gili Tunggu Arahan Gubernur NTB
Artikel berikutnyaPemprov NTB Akuisisi Saham GNE Sepenuhnya