HEADLINE

Tahun 2020, BNNK Sumbawa Rehab 60 Orang Penyalahguna Narkoba, 2 Diantaranya Bocah SD

257

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa menerima 60 orang penyalahguna Narkoba untuk dilakukan rehabilitasi di Tahun 2020 ini. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya diketahui masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Kepala BNNK Sumbawa, Fery Priyanto, S.Sos., MM kepada wartawan, Kamis (3/12) mengatakan, jumlah orang yang datang rehabilitasi ke BNNK Sumbawa atau IPWL (Instansi Pemerintah Wajib Lapor) setiap tahunnya mengalami penurunan. Dari tahun 2018 berjumlah 81 orang, kemudian 79 orang di tahun 2019 dan tahun 2020 sebanyak 60 orang.

“Berarti menurun. Mudah-mudahan penyalahgunaan menurun juga. Dari data di rehabilitasi hampir 157 desa sudah terpapar narkoba. Kita tetap waspada, jangan terpancing dengan angka, untuk kehidupan kita harus waspada dan kita punya kepedulian terhadap masalah ini,” ujarnya yang didampingi Kasi Rehabilitasi, Ellyah Andriany, SKM dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Nursyafruddin A.Md.

Baca Juga:  Khusus Warga NTB Pembelian Tiket World Superbike Diberikan Diskon 50 Persen

Dari 60 orang yang direhab ungkap Fery, dua diantaranya berusia dibawah 15 tahun atau yang saat ini masih berstatus pelajar di sekolah dasar. Dari informasi, mereka menggunakan narkoba karena terpengaruh, pernah melihat orang tuanya menggunakan barang haram tersebut.

Untuk mendapatkan narkoba itu sendiri, mereka memiliki kelompok teman yang kemudian mengumpulkan uang untuk membeli narkoba poket kecil.

“Jadi banyak generasi kita ini yang dirusak oleh penyalahgunaan narkoba. Bahkan kemarin kami sangat sedih anak SD terpapar. ada dua orang yang datang rehab. Kami sudah melakukan konseling juga kepada anak-anak itu. Dan kami juga tetap mengawasi mereka. dan sekarang mereka sudah dimasukkan ke pesantren sama orang tua,” jelasnya.

Baca Juga:  Atraksi Unik Sasambo Akan Warnai Karnaval di Mandalika

Sementara Kasi Rehabilitasi, Ellyah Andriany menambahkan, selain dua anak SD ini, terdapat pula penyalahguna narkoba untuk usia produktif atau 15 sampai 25 tahun sebanyak 37 orang, kemudian untuk usia 26 sampai 35 tahun 14 orang, 36 sampai 40 tahun 5 orang dan 40 tahun keatas 2 orang.

“Sampai saat ini kami juga masih menerima klien. Dan masih juga ada klien dalam proses. Dari 60 orang yang datang, 77 persen sudah selesai program, ada 10 persen yang drop out berhenti di tengah program. Yang seharusnya pertemuan 8 sampai 12 tergantung kasus berat ringan nya,” terangnya.

Disebutkannya, untuk 10 persen jumlah orang drop out atau berhenti di tengah program rehabilitasi ini karena memiliki sejumlah kendala.

Seperti yang bersangkutan beralasan memiliki tempat tinggal jauh, tidak ada kesadaran dari mereka, masih menganggap bahwa rehabilitasi dan menggunakan narkotika adalah aib.

Baca Juga:  Rocky Gerung Berikan Pendalaman Pengetahuan Anggota DPRD NTB

Bahkan sekalipun sudah rehabilitasi sekali atau dua kali, mereka berfikiran akan diproses hukum. Sehingga mereka lebih memilih untuk berhenti menjalani rehabilitasi.

“Untuk reahibilutasi tidak dipungut biaya dan diproses hukum. Karena kita membantu untuk memulihkan bukan untuk diproses hukum,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk rehabilitasi di tahun 2020 ini cuma BNNK saja yang menerima. Sedangkan yang IPWL (Instansi Pemerintah Wajib Lapor) karena covid membatasi kunjungan Rumah Sakit dan Puskesmas.

Adapun jumlah IPWL di Sumbawa sebanyak 7 tempat. Yaitu Puskesmas Alas, Puskesmas Unter Iwes, Puskesmas Labuhan Badas, Puskesmas Moyo Utara, Puskesmas Empang, RSUD Sumbawa dan RSMA. “Dari semua itu tidak ada yang menerima klien, karena covid tahun 2020,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaKaro Humas Paparkan Strategi Komunikasi Pemprov NTB
Artikel berikutnyaJalan Panjang SALAM Menuju Kemenangan di Pilkada Mataram