HEADLINE

Trayek Damri KSPN Lombok Sudah Melalui Kajian

92

MATARAM — Guna mendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) di Pulau Lombok, lima trayek baru Damri diluncurkan. Oleh karenanya, pelaku jasa transportasi diharapkan tidak khawatir berlebihan.

Pasalnya, peluncuran trayek telah melalui berbagai kajian yang matang. Terlebih dalam mendukung persiapan event MotoGP di Sirkuit Mandalika tahun depan.

“Sebenarnya, nggak perlu ada kekhawatiran berlebihan. Karena trayek KSPN ini, sudah melalui kajian-kajian,” kata H Suryadi Jaya Purnama-Anggota Komisi V DPR RI, Jum’at (6/8) di Mataram.

“Dan pemerintah mengambil skenario ketika MotoGP digelar itu kebutuhan transportasi harus memadai,” tambah wakil rakyat di Senayan jebolan asal dapil NTB II Pulau Lombok ini.

Peluncuran trayek baru Damri ini menuai protes dari sejumlah pemilik jasa travel, dan angkutan umum anggota Organda NTB. Trayek baru Damri ini dinilai bisa memangkas pasar mereka selama ini. Apalagi tarif yang disedikan Damri, jauh lebih murah.

Baca Juga:  Ketum DPP PAN Berikan Sinyal Dukung Zul-Rohmi Jilid II

Terkait hal tersebut, menurut pria yang kerap dianggil SJP itu, perlu ada pertemuan antar pihak sehingga informasi yang diterima lebih komprehensif. SJP menegaskan, trayek baru Damri untuk mendukung KSPN ini sangat dibutuhkan di Lombok.

Bahkan sebelum peluncuran pun sudah dilakukan kajian oleh Balai Pengelola Transportasi Darat. “Rute ini sudah di simulasikan, ada plan A, Plan B dan C. Termasuk simulasi jumlah tamu atau wisatawan yang datang saat MotoGP dan pergerakan mereka kemana saja,” kata SJP.

Jika MotoGP digelar dengan jumlah pengunjung mencapai 250 ribu orang, lanjutnya, maka moda transportasi di Lombok harus sudah siap. Keberadaan Damri ini lah menjadi bagian kesiapan tersebut.

Baca Juga:  DPRD Pertanyakan Keputusan Strategis Pemprov NTB

Meski demikian, pihaknya selaku anggota Komisi V DPR RI yang salah satunya membidangi Transportasi siap untuk memfasilitasi pertemuan para pihak, agar masalah trayek Damri pendukung KSPN ini bisa diterima semua pihak.

“Kita bisa fasilitasi pertemuan dengan Balai Pengelola Transportasi Darat. Kemudian dari rekan-rekan pelaku jasa transportasi dan juga stakeholders terkait seperti Dishub,” kata SJP.

Untuk diketahui, Pemprov NTB telah meluncurkan lima trayek pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika yang dilayani langsung armada Perum DAMRI sejak Juli lalu. Lima trayek baru ini adalah Bangsal-Geopark Rinjani, dilayani 5 armada DAMRI 10 rit/hari dengan tarif Rp20.000.

Baca Juga:  Posisi Tawar Zul Dinilai Melemah, Zul-Rohmi Berpotensi Pisah Jalan

Trayek Terminal Kayangan-Mandalika yang dilayani 2 armada dengan 8 rit/hari dengan tarif Rp15.000. Kemudian trayek Epicentrum Mall-Mandalika yang juga dilayani 2 armada dengan 8 rit/hari dengan tarif Rp17.000. Dua operasional yang sudah berjalan sejak Januari 2021 adalah trayek Bandara Lombok-Bangsal, dan trayek Lembar-Mandalika dengan tarif Rp25.000.

Peluncuran trayek pendukung KSPN ini dilakukan sesuai amanah Permenhub RI No 52 Tahun 2019 Tentang Pelayanan Angkutan Penumpang Umum pada Kawasan Strategis Nasional, dan Keputusan Dirjen Perhubungan Darat KP.186/AJ.501/DRJD/2021 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan pada KSPN Tahun 2021.

Selain itu juga dasar Surat Perjanjian No : KU.003/KONT-DJKMP/30/SKDA/VII/2021 antara PPK Direktorat Angkutan Jalan Kemenhub dengan Perum DAMRI Mataram tentang pelaksanaan angkutan antar moda KSPN Mandalika. (red) 

Artikel sebelumyaPKS Gelar Vaksinasi Massal, Johan : “Aman dan Halal, Jangan Takut!”
Artikel berikutnyaPemerintah Diminta Fokus, Johan : “Terlalu Banyak Gimmick”