HEADLINE

Warga Gili Trawangan : “Lindungi Kami yang Lahir dan Besar Disini Pak Gubernur”

85

LOMBOK UTARA — Diketahui bersama, Jum’at (30/7) lalu, Gubernur NTB bersama rombongan berkunjung ke Desa Gili Indah, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

Dikesempatan itu, gubernur bersama masyarakat setempat menggelar diskusi/dialog. Momen ini nampaknya sudah sangat diidamkan warga gili.

Seakan tak mau kehilangan kesempatan, dihadapan Gubernur NTB, sejumlah perwakilan warga setempat meluapkan uneg-uneg atau harapannya sebagai suara hati mereka.

Terlebih hal ini berkaiatan dengan lahan seluas 65 hektare aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dikelola PT Gili Trawangan Indah (GTI).

Husni selaku Kepala Dusun Gili Trawangan mengaku senang dan sangat bangga atas sikap yang ditunjukkan Gubernue NTB. Terlebih telah mau datang mengunjungi warga secara langsung.

Dia malah mengaku, silaturahim ini sudah sangat dinantikan oleh warga di Gili Trawangan. “Baru kali ini kami bisa berdialog dengan Gubernur Zulkieflimansyah,” katanya.

Baca Juga:  Inilah Instruksi Keren Gubernur NTB

Apalagi dengan adanya persoalan ini, menurut dia, kedatangan Gubernur akan mampu memberikan ketenangan secara psikologi kepada masyarakat.

Ia berharap masyarakat yang telah menempati Gili Trawangan, diberikan sertifikat sebagai bukti keberpihakan negara terhadap rakyatnya. “Termasuk persoalan GTI ini juga pemerintah berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Kemudian, Hadi salah seorang perwakilan masyarakat. Ia meminta Gubernur NTB meninjau kembali tentang asal usul dan kepemilikan HGU, sehingga terbit izin kontrak kepada GTI.

“Sehingga keputusan tentang pengelolaan lahan berpihak kepada masyarakat,” harapnya sembari menegaskan karena sejak nenek moyang banyak generasi seangkatannya lahir dan besar di Gili Trawangan.

Warga lainnya, yaitu Dilla mewakili kaum perempuan setempat, memohon agar pemerintah bersama Gubernur melindungi hak-haknya sebagai warga negara.

Baca Juga:  Hazmi Hamzar : Rantai Sabuk Pengamanan NTB Harus Kuat!

“Kami mohon sebagai masyarakat, lindungi kami Pak Gubernur, kami lahir dan besar disini,” curhatnya.

Menurut dia, betapa tidak nyamannya anak-anak yang akan menempuh pendidikan di Gili Trawangan ini. Karena masa depan anak-anak sangat tergantung dari penyelesaian masalah ini. “Begitupun keinginan masyarakat untuk tenang mencari nafkah,” tutupnya.

Hal senada disampikan Hasan, Koordinator Komite Sekolah se-Gili Trawangan. Ia mengaku bahwa ada 3 sekolah tingkat TK/Paud, SD, SMP dan SMA dengan jumlah siswa 450 peserta didik.

Ia menilai bila persoalan ini berlanjut maka proses pendidikan akan terganggu. Maka ia berharap, agar persoalan PT GTI dapat terselesaikan dengan memihak kepada kepentingan anak-anak bangsa ini.

“Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Maka mari kita jaga dan rawat mereka. Masa depan anak-anak dan Gili Trawangan ada pada pemerintah. Kami yakin pemerintah melindungi masyarakatnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Peserta SKD CPNS NTB Diminta Percaya dengan Kemampuan Diri

PUTUS KONTRAK GTI

Lain halnya dengan Ady, ia menegaskan lebih baik putus kontrak dari pada tetap mempertahankan adendum. “PT. GTI ini sudah melanggar kesepakatan, maka GTI wajib putus kontrak. Ini keinginan rakyat,” pintanya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menanggapi dengan penuh keramahan atas pertanyaan masyarakatnya. Ia menegaskan, akan terus berusaha dan berjuang.

Terutama, kata Bang Zul, untuk membela dan berpihak kepada aturan dan kesepatan untuk melindungi dan memberikan rasa aman masyarakat. “Kami akan selesaikan dengan baik secara bertahap, satu persatu benang kusut ini,” tegasnya.

“Jadi mohon untuk tetap tenang dan menjaga keadaan agar tetap kondusif. Masyarakat dapat menyampaikan semua aspirasinya,” demikian Gubernur NTB. (red) 

Artikel sebelumyaKepergok Curi Kambing Motor Dibakar Massa
Artikel berikutnyaDirektur Eksekutif BPPD Dukung Upaya Gubernur NTB