HEADLINE

Zul-Rohmi Kurang Beruntung?

105

NUSRAMEDIA.COM — Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah-Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah yang kini menginjak tiga tahun masa pemerintahannya disebut kurang beruntung dalam memimpin NTB.

“Zul-Rohmi harus melewati masa sulit. Dua pemimpin kita mengawali kepemimpinannya kurang menguntungkan akibat bencana (alam dan non alam),” kata Sekda NTB, HL Gita Ariadi saat membuka secara resmi acara Bincang Gemilang, Jum’at (1/10) kemarin.

Bincang gemilang adalah sebuah program gebrakan yang diinisiasi oleh Dinas Kominfotik NTB dibawah kepemimpinan Dr Najamuddin Amy selaku Kepala Dinas. Acara tersebut terus berlangsung, bahkan menuai respon positif dari publik.

Pasalnya, berbagai progran unggulan Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi nampak terpapar jelas. Sehingga publik dapat mengetahui secara pasti berbagai perkembangan setiap program.

Menurut Sekda, sejak dilantiknya Zul-Rohmi sebagai pemimpin NTB pada tanggal 19 September 2018 lalu, tidak dilalui dengan mudah. Sebab, pasangan yang juga kerap disebut “Duo Doktor” itu sedari awal dihadapkan dengan bencana gempa bumi dan pandemi COVID19.

Sehingga pada saat usai dilantikpun tak ada ruang untuk bersantai sejenak. Karena Zul-Rohmi sendiri harus langsung bergegas menyikapi berbagai persoalan. Pertama soal gempa bumi, kemudian dihadapkan lagi dengan pandemi COVID19.

Baca Juga:  Mau Nonton World Superbike? Ini Syarat dan Harga Tiketnya!

Tepat perhikmatan 3 tahun kepemimpinannya pada 19 September 2021 pun harus tanpa perayaan. Karena masih dalam situasi dan kondisi pandemi. “Sejak awal (kepemimpinan Zul-Rohmi) langsung tancap gas bekerja mengatasi bencana (gempa hingga pandemi),” ungkap Sekda.

Terlebih, kata mantan Kepala Dinas PMPTSP NTB itu menegaskan bahwa, Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah daerah yang masuk dalam kategori Ring Of Fire. Dimana kerap terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Bahkan, kata pria yang akrab disapa Miq Gite itu, dari 14 unsur bencana, 11 diantaranya masuk di NTB. Oleh karenanya, masyarakat NTB diharapkan tetap memiliki mental tangguh dalam menyikapi persoalan bencana.

“Daerah kita ini Ring of Fire dari 14 unsur bencana, 11 genap ada di kita. Memang kita harus menjadi warga yang familier. Belum usai mengatasi bencana, 2020 datang menyapa kita bencana non alam, yaitu COVID19,” kata Sekda.

Menangani bencana non alam seperti pandemi COVID19, lanjut Miq Gite, tidak semudah dibayangkan. “Yang kita harapkan gampang penanganannya, ternyata lebih sulit dari bencana alam. Kalau bencana alam, itu jelas SOP nya,” kata dia.

Baca Juga:  Pers Berperan Penting dan Strategis Sukseskan Vaksinasi di NTB

“Nah, COVID19? mana musuh, dimana kuman kita tidak tahu. Dan sampai sekarang energi terkuras, anggaran semua lari atasi bencana. Akibatnya terjadi pelemahan ekonomi,” imbuh Sekda.

Inilah mengapa dikatakannya bahwa hingga 3 tahun kepemimpinan Zul-Rohmi tidak dilalui dengan mudah, bahkan mungkin harus dikatakan tidak beruntung. Karena sebagai pemimpin Zul-Rohmi dihadapkan dengan berbagai persoalan yang cukup sulit.

“Jadi 3 tahun Zul-Rohmi ini harus melewati masa sulit. Tetapi, alhamudulillah sampai hari ini tetap eksis. Bahkan banyak capaian prestasi yang sudah diraih (NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi) seperti apa yang sudah dirilis dimedia massa,” kata Miq Gite.

Terbaru NTB mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dari sejumlah provinsi yang ada di Indonesia, hebatnya NTB bersama empat Provinsi lainnya meraih predikat tersebut 10 kali secara beruntun. “Bahkan capaian baru, WTP 10 kali berturut-turut. Kita (Provinsi NTB) sejajar dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Djogja dan Riau.

“Itu artinya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan lain sebagainya berjalan baik meski ditengah hantaman bencana dan membuktikan NTB tangguh. Oleh karenanya, ketangguhan mental kita harus tetap muncul meski berada di daerah ring of fire. Dan kita tidak boleh cengeng,” demikian Sekda NTB.

Baca Juga:  Celan and Clear, Inspektorat NTB : "Sudah Diaudit BPK Secara Terperinci"

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Fraksi PKS, Sambirang Ahmadi justru menilai sebaliknya. Dimana kepemimpinan Zul-Rohmi dinilai beruntung. Sebab, duo doktor memimpin suatu daerah dengan sikon yang tidak biasa.

Dengan adanya terpaan bencana tiada henti yang melanda NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi, maka menurut Ketua Komisi III itu, cukup menjadi bukti akan kualitas kepemimpinan Zul-Rohmi dalam memimpin NTB hingga saat ini.

Terbukti, meski ditengah hantaman bencana gempa bumi hingga pandemi COVID19, NTB tetap eksis dan mampu survive. Bahkan program unggulan tetap berjalan dan banyak melakukan berbagai gebrakan secara nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sehingga ia menyimpulkan, kepemimpinan duo doktor hingga titik ini dinyatakannya adalah hal yang luar biasa. Karena memimpin tidak dalam kondisi yang biasa. “Zul-Rohmi tidak beruntung? Justru saya menilai beruntung. Karena kalau orang memimpin di kondisi normal itu biasa-biasa aja,” demikian Sambirang Ahmadi. (red) 

Artikel sebelumyaDari Bincang Gemilang, Sekda Tebarkan Semangat Optimisme untuk NTB Lebih Baik
Artikel berikutnyaAktivis Pergerakan NTB Rapatkan Barisan Songsong 2024