HUKRIM

Aksi Demo Warnai Peringatan HTN 2018 di Mataram

184

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke – 58 yang jatuh tepat pada Senin 24 September 2018 ini, diwarnai aksi demonstrasi pada sejumlah titik lingkup Ibu Kota Provinsi NTB yakni Kota Mataram.

Belum habis rasanya, aksi yang digelar Aliansi BEM NTB Raya di Kantor DPRD Provinsi NTB. Dimana aksi yang berlangsung di Gedung Udayana ini sempat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan sejumlah aparat yang sedang melakukan pengamanan terhadap aksi tersebut. Namun tak lama berselang, situasi yang sempat memanas perlahan berangsur kembali normal.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pemalak di Samota 

Dititik berbeda, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTB dengan ratusan massa menggelar aksi serupa dengan titik fokus Kantor Gubernur NTB. Dikesempatan ini, berbagai hal disuarakan mereka yaitu mulai dari masalah hak kaum tani atas tanah dan agraria.

Bahkan menyuarakan kondisi korban gempa Lombok-Sumbawa yang hingga saat ini dinilai mereka terabaikan oleh pemerintah. Berangkat dari hal itu, Korlap Aksi Zuki Zuarman dalam orasinya secara bersama Agra dan FPR menyatakan sikap dan menuntut agar menghentikan perampasan dan monopoli tanah kaum tani dengan mengatas namakan pembangunan.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pemalak di Samota 

Mereka juga menuntut Pemerintahan Jokowi – JK sekaligus jajaran pemerintahan daerah NTB untuk segera memenuhi hak korban gempa Lombok-Sumbawa. “Berikan subsidi dan kompensasi atas kerugian petani yang gagal panen akibat kemarau gempa bumi. Kami juga menolak seluruh aturan/program RA Jokowi yaitu soal Perpres Reforma Agraria termasuk Inpres percepatan penyelesaian konflik agrarlia,” tandasnya.

Tak hanya itu, mereka juga meminta untuk menghentikan perpanjangan dan mencabut HGU bagi pekebunan besar serta izin usaha pertambangan besar milik korporasi dan didistribusikan segera kepada rakyat. Kemudian, menjamin dan menaikkan harga komoditas pertanian hasil produksi kaum tani dan menghapus pajak komoditas bagi petani.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pemalak di Samota 

“Hentikan tindakkan teror negara (intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi) terhadap petani dan rakyat Indonesia. Turunkan harga kebutuhan pokok, penuhi hak korban bencana gempa, berikan bantuan bagi petani yang gagal panen,” teriaknya.

“Kembalikan tanah kaum tani dan hentikan monopoli serta perampasan tanah masyarakat,” demikian tambahnya dengan lantang. Dari pantauan media ini, meski terbilang jumlah masa aksi cukup banyak, namun tak ada kegaduhan dalam aksi demo ini. (NM1)

Artikel sebelumyaRicuh, Aliansi BEM NTB Raya Gedor DPRD NTB
Artikel berikutnyaPelajar SMA di Sumbawa Jadi Korban Penusukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here