HUKRIM

Jatuh di Sumur, Dua Warga Lombok Tengah Meninggal Dunia

168

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TENGAH – Malang menimpa Sudarman (53) dan Sumardi (50) warga asal Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Ahad 3 Februari 2019.

Saat proses evakuasi korban yang meninggal jatuh di dalam sumur di Kabupaten Lombok Tengah.

Keduanya jatuh di dalam sumur yang berlokasi di Dusun Montok Timur, Desa Dasa Baru Kecamatan Kopang , Lombok Tengah – NTB.

Kejadian ini cukup menghebohkan warga sekitar. Betapa tidak, kedua orang tersebut meninggal dunia, meski sebelumnya korban atas nama Sumardi sempat diberikan pertolongan medis namun nyawanya tak dapat tertolong.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya saat dikonfirmasi NUSRAMEDIA, Senin 4 Januari 2019 membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Perampok Bercadar di Kuripan

“Petugas siaga kami menerima laporan jam 12 siang dari bapak Zainudin kepala desa Dasan Baru bahwa ada 2 orang jatuh ke dalam sumur. Sesaat kemudian kami menerjunkan tim rescue ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi,” kata Nyoman.

Dikabarkan kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.00 wita bermula saat Sudarman (53) hendak membersihkan sumurnya dari bangkai anjing.

Saat melakukan aktivitasnya tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh ke dalam sumur yang berisi air dengan kedalaman sekitar 5 meter.

Mengetahui hal tersebut, Sumardi (50) langsung menolong korban dengan menyelam, namun usaha itu tidak berhasil dilakukannya akibat kehabisan oksigen dan dia pun ikut menjadi korban berikutnya.

Baca Juga:  Hakim PTUN Mataram Akan Dilaporkan ke MA dan KY

“Saat proses evakuasi berlangung, tim kami yang dibantu dari pihak TNI, Kepolisian, BPBD, Kesehatan dan pihak terkait lainnya serta masyarakat setempat, sempat terkendala posisi kedua korban yang tenggelam, mengakibatkan SCBA (alat bantu pernapasan mandiri) tidak bisa digunakan di dalam air. Sehingga peralatan SCBA diganti dengan Scuba (alat bantu pernapasan bawah air mandiri) agar bisa dilakukan penyelaman,” terang Nyoman.

Terpisah, terkait proses evakuasi I Kadek Agus Ariawan selaku Koordinator Lapangan menerangkan, korban pertama atas nama Sumardi berhasil dievakuasi pada pukul 13.53 wita dan disusul 25 menit kemudian korban kedua atas nama Sudarman.

Baca Juga:  Hj Jubaidah Kini Bisa Bernafas Lega, Tim Hukum SS & Partners Apresiasi Putusan Bebas

Saat dievakuasi lanjutnya, denyut nadi Sumardi sempat kembali setelah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan sehingga dibawa ke Rumah Sakit Praya.

Namun setelah mendapatkan perawatan lebih lanjut, nyawanya tetap tidak berhasil tertolong. Sedangkan Sudarman dievakuasi dalam keadaan meninggal dan langsung dibawa ke rumah duka.

“Denyut nadinya masih ada dan sempat dilakukan upaya penangan oleh tim kesehatan terhadap Sumardi, tapi nyawanya tidak berhasil tertolong,” demikian I Kadek Agus Ariawan. (NM1)

Artikel sebelumyaDiminta Bekerja Maksimal, Ini Kata Kepala Bappeda dan Kadis Dikbud yang Baru!
Artikel berikutnyaKuasa Hukum Kades Padesa Ajukan Penangguhan Penahanan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here