HUKRIM

Polres Sumbawa Lakukan Pembubaran Paksa

140

SUMBAWA — Kamis sore (22/7) lalu, Polres Sumbawa membubarkan kegiatan “Barapan Kebo” secara paksa yang digelar tepatnya di Arena Pacuan Kuda Dusun Sebasang Unter, Des Marga Karya Kecamatan Moyo Hulu.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Sumbawa, AKP Sumardi yang dikonfirmasi media ini melalui via telepon, Jum’at malam (23/7) kemarin, membenarkan adanya pembubaran tersebut oleh pihaknya.

Dijelaskan, bahwa dalam proses pembubaran giat Barapan Kebo itu, pihaknya menerjunkan satu pleton anggota yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Sumbawa, yakni Kompol Rafles P Girsang.

Pembubaran yang dilakukan Polres Sumbawa bukan tanpa alasan. Mengingat saat ini masoh dimasa pandemi COVID19. Terlebih, giat tersebut tidak menerapkan prokes. Parahnya lagi, kegiatan itu tidak mengantongi izin.

Disayangkan pula, meski tidak mengantongi izin, kegiatan itu diikuti oleh peserta dari luar Kabupaten Sumbawa. “Kegiatan itu tidak mengantongi izin. Bahkan dari panitia hingga peserta tidak ada yang menggunakan masker,” kata Sumardi.

“Padahal sudah diketahui bersama, di Kabupaten Sumbawa telah diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis Mikro. Jadi harus kami bubarkan, sehingga jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran COVID19,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, jika ada kegiatan yang menimbulkan keramaian Polres Sumbawa akan melakukan pembubaran dan tidak akan segan mengambil langkah tegas.

“Acara apapun yang menimbulkan keramaian dan melanggar protokol kesehatan, akan kami bubarkan,” demikian dikatakan Kasi Humas Polres Sumbawa ini secara tegas.

Untuk diketahui, belakangan Polsek Moyo Hulu sudah lebih dulu memberikan imbauan, agar barapan kebo dibubarkan. Namun tidak diindahkan. Bahkan, para panitiapun bersi keras.

Oleh karenanya, Waka Polres Sumbawa langsung menerjunkan satu pleton anggota melakukan pembubaran secara paksa. Yaitu tepatnya pada Kamis 22 Juli 2021 lalu. (red) 

Artikel sebelumyaPPKM Berbasis Desa Harus Disukseskan
Artikel berikutnyaStok Oksigen di NTB Aman