KESEHATAN

Booster Nakes, Wadir Umum RSUD NTB : “Sudah Mulai Berjalan”

78
Keterangan Foto : Wakil Direktur Umum RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Hamid Fahmi Ardiyanto. (Foto Dok/Ist. Sebelum Pandemi COVID19)

MATARAM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mulai melaksanakan suntik vaksin Moderna.

“Sudah mulai berjalan,” ungkap Wakil Direktur Umum RSUD Provinsi NTB, Hamid Fahmi A, beberapa hari lalu kepada media ini di Mataram.

Vaksin jenis Moderna, jelasnya, adalah vaksin dosis ketiga (Booster). Dimana vaksin tersebut diperuntukkan khusus bagi tenaga kesehatan (nakes).

“Vaksin moderna sebagai booster nakes. Ini sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak diperbolehkan untuk umum,” ujar Hamid Fahmi.

Menurut dia, penyuntikan vaksin moderna, juga merupakan salah satu ikhtiar dan menjadi langkah strategis.

Baca Juga:  Suka Duka Petugas Vaksinator Menembus Medan Sulit di Lombok Tengah

Terutama, dalam menekan tertularnya para nakes. Sehingga diharapkan, para nakes dapat menjalankan tugas sebagai garda terdepan menangani kasus COVID19.

“Ikhtiar ini menjadi langkah strategis dalam menekan tertularnya para nakes kita,” ucap pria yang dikenal santun dan ramah tersebut.

Hingga hari kelima, sambung Hamid Fahmi, untuk giat vaksin booster bagi nakes di RSUD NTB dilaksanakan tepatnya diruang komite medik.

“(Penyuntikan dilakukan) mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang,” katanya.

VAKSINASI DOSIS II UNTUK MASYARAKAT

Baca Juga:  Ditargetkan 41 Ribu Vaksin Perhari untuk Lombok Tengah

Disamping melaksanakan penyuntikan vaksin booster, pihak RSUD NTB juga menggelar vaksinasi dosis kedua untuk masyarakat.

Ditegaskan Hamid Fahmi, bahwa pelaksanaan vaksinasi dosis II untuk masyarakat ini sudah dimulai sejak Senin (2/8) lalu.

Ia mempersilahkan masyarakat yang hendak divaksin. Tentunya, dengan memenuhi persyaratan. “Cukup bawa KTP/KIA atau KK,” ucapnya.

Vaksinasi akan terus berproses selama stok tersedia. Jika berminat, masyarakat dapat mendaftarkan diri secara online maupun ofline.

Sedangkan kuota perhari yang disediakan dalam giat vaksinasi untuk masyarakat ini, yaitu masing-masing 200 orang baik online maupun offline.

Baca Juga:  Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Terima Bantuan Oksigen Concentrator

“Kuota vlutuasi yang daftar online 200. Terus yang offline juga 200. (Vaksinasi) mulai usia di atas umur 12 tahun,” tegas Hamid Fahmi.

Oleh karenanya, ia berharap dengan semakij digencarkannya vaksinasi kedepan akan memberikan dampak baik.

Kemudian, target yang di tetapkan oleh Pemprov NTB tercapai. “Dan yang paling penting dapat memberikan kekebalan bagi setiap orang yang telah di vaksin,” kata Hamid

“Sehingga penyebaran COVID19 di NTB diharapan terjadi penurunan signifikan dan dapat ditekan secara baik,” demikian ia menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaNTBelib Sebagai Rumah Bersama Perpustakaan se-NTB
Artikel berikutnyaOksigen Medis di NTB Aman