KESEHATAN

Delapan Laboratorium di NTB Diawasi

81

MATARAM — Sebanyak 8 laboratorium yang ada di kabupaten/kota nampaknya dalam pengawasan. Terutama berkaitan dengan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pasalnya, sejak 12 Juni lalu, laboratorium RSUD NTB yang berafiliasi dengan Kemenkes hingga saat ini terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah lab di dua pulau lingkup NTB.

“Untuk pelaporan New All Record (NAR) ke Kementerian itu kita mengawasi dan berkoordinasi dengan delapan laboratorium lainnya di pulau Lombok dan Sumbawa,” kata Direktur RSUD NTB, H Lalu Herman Mahaputra, di Mataram.

Menurut dia, hasil tes PCR dari laboratorium kabupaten/kota ini diawasi dengan dilakukan pendampingan prosedur sebelum data dikumpulkan dan dilaporkan ke pusat.

Baca Juga:  Malam Ini RSUD NTB Buka Layanan Vaksin Dosis Pertama dan Kedua

Yaitu, kata mantan Direktur RSUD Kota Mataram tersebut, melalui NAR yang terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungiKemenkes dimasa pandemi COVID19.

Berkaitan dengan hal ini, H Lalu Hamzi Fikri-Kepala Dinas Kesehatan NTB menyebutkan, delapan laboratorium yang masuk dalam KMK 4642 yakni Laboratorium RSUD NTB.

Kemudian, Laboratorium RS UNRAM, Laboratorium Sumbawa Techno Park (STP), Laboratorium RSUD Kota Mataram, Laboratorium RSUD dr Soedjono Selong, Laboratorium RSAD 162/WB, Laboratorium RS Bhayangkara Mataram, dan Laboratorium RSUD Praya.

“Sedangkan Laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram dan Laboratorium RSUD Bima belum masuk KMK 464. Karena izin operasionalnya baru terbit pada Juni 2021,” demikian Hamzi Fikri.

Baca Juga:  Malam Ini RSUD NTB Buka Layanan Vaksin Dosis Pertama dan Kedua

Kemenkes menyatakan, Pemerintah Indonesia hanya mengakui hasil tes PCR dari sebanyak 742 laboratorium yang terafiliasi sebagai syarat perjalanan atau penerbangan.

Sementara itu, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan,xkebijakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan setiap penumpang dalam bepergian serta menekan laju penyebaran virus yang disebabkan COVID19.

“Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR, mulai 12 Juli 2021 hasil swab PCR/antigennya tidak berlaku untuk penerbangan atau perjalanan,” ucapnya dalam press rilis dilaman resmi Kemenkes, Senin (12/7) lalu.

Daftar 742 Lab Pemeriksa yang berada di bawah Kemkes itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan COVID19.

Baca Juga:  Malam Ini RSUD NTB Buka Layanan Vaksin Dosis Pertama dan Kedua

Jenis Laboratorium Pemeriksaan COVID19 terdiri atas laboratorium klinik. Yakni laboratorium yang ada di dalam fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium kesehatan daerah, balai atau balai besar teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit.

Kemudian Baalai Besar laboratorium kesehatan, laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, serta laboratorium riset di lingkungan perguruan tinggi atau institusi mandiri nonperguruan tinggi.

Laboratorium pemeriksaan COVID19 tersebut harus memenuhi persyaratan paling sedikit Standar Laboratorium Bio Safety Level 2 (BSL-2) serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan validasi pemeriksaan corona. (red) 

Artikel sebelumyaPolda NTB Kawal Distribusi Oksigen
Artikel berikutnyaKoordinasi Harus Lebih Dimantapkan