KESEHATAN

Kawasaki BK-117 dan HR-3603 Disiapkan

51

NUSRAMEDIA.COM — Event dunia yaitu World Superbike (WSBK) terbilang sudah didepan mata. Gelaran balap motor dunia itu akan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 19-21 November 2021. Lantas bagaimana dengan kesiapan Tim Medis WSBK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB sendiri serta fasilitas lainnya dalam menyambut ajang balap motor dunia bergengsi tersebut?

Terlebih menyangkut penanganan medis para rider/pembalap WSBK jika seandainya ada terjadi kecelakaan pada saat race berlangsung? Karena hal ini tentunya akan menjadi perhatian fokus tim medis. Ternyata berbagai fasilitas, baik itu alat, lokasi penanganan medis hingga tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Medis WSBK RSUD NTB nampaknya sudah sangat siap dan mantap betul menghadapi gelaran balap motor dunia yang akan berlangsung diwilayah Lombok Tengah, NTB tersebut.

Sebagaimana diungkapkan dr Ivan selaku Tim Medis WSBK RSUD NTB, berbagai persiapan telah dimantapkan. Baik itu dari sisi fasilitas, kelengakapan alat medis hingga tenaga kesehatan. Tak tanggung, pihak RSUD NTB juga telah menyiapkan dua unit helikopter. Berbagai ikhtiar itu tak lain untuk mendukung dan siap menyukseskan gelaran seri terakhir WSBK yang akan terlaksana di Sirkuit Mandalika. “Ada dua helikopter yang kami siapkan berjenis Kawasaki BK-117 dan HR-3603,” ujarnya, Senin (15/11) di Mataram.

Dua helikopter ini, ungkapnya merupakan bantuan dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Badan SAR Nasional (Basarnas). “Kawasaki BK-117 itu dari MGPA dan HR-3603 dari Basarnas. Dengan adanya dua helikopter ini untuk mendukung (medical evacuation/evakuasi medis) dan mempercepat penanganan medis,” kata Dokter Ivan. Dimana dua helikopter itu disiapkan dilokasi Sirkuit Mandalika untuk transportasi udara yang bersifat urgent dalam menangani para rider yang sewaktu-waktu mengalami kecelakaan pada saat race berlangsung untuk dibawa ke RSUD NTB.

Meski demikian, hal tersebut tidak serta merta dilakukan. Sebab, dilokasi sirkuit sendiri telah disiapkan medical center. “Jadi di medical center itu ada pihak assesment, apabila perlu di evakuasi tergantung juga dari CMO (Chief Medical Officer) nya,” kata Dokter Ivan. “Nah, nanti CMO yang akan mengarahkan apakah harus dievakuasi dengan jalur udara dari sana (Lokasi Sirkuit) ke sini (RSUD NTB). Jadi nggak serta merta, harus di assesment dulu apakah perlu atau nggak dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya.

Disisi lain, ia juga mengungkapkan, bahwa seperti kelengakapan alat medis yang disediakan di medical center terbilang cukup lengkap. Namun tetap saja, kata dia, kelengkapan yang maksimal tersedia di RSUD NTB. Itupun jika harus berbicara terkait sterilitas. Dirujuknya para rider, kata dia, apabila terjadi insiden atau kecelakaan para rider yang bersifat serius untuk ditangani.

Misalnya, kata dia, pendarahan di otak. Ini harus dilakukan penanganan segera. Karena hal ini dinilai persoalan serius yang butuh ditangani segera. “Tapi kalau dirasakan (tidak parah) cukup penanganan di medical center, yaudah nggak perlu dirujuk kesini (RSUD NTB). Jadi untuk penanganan para rider, di RSUD NTB sendiri sudah disiapkan tim medis khusus dan ruangan khusus,” tutup Dokter Ivan. (red) 

Artikel sebelumyaSumbawa Nol Kasus COVID19
Artikel berikutnyaBandara Sumbawa Siap Jadi Alternatif