KESEHATAN

RSUD NTB Gencarkan Vaksinasi COVID19

54

MATARAM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menggencarkan giat vaksinasi terhadap masyarakat. Terlebih ditengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti saat ini.

Sejauh ini, ada sekitar belasan ribu dosis vaksinasi yang sudah diberikan pihak RSUD NTB kepada masyarakat. Yakni, sekitar 14.500 dosis. Pemberian vaksin sendiri telah dilakukan sejak 1 hingga 14 Juli 2021. Demikian ungkap Direktur RSUD Provinsi NTB, dr H Lalu Herman Mahaputra di Mataram.

“Target kita itu sehari seribu (1000) dosis yang diberikan ke masyarakat. Tapi, karena jumlah membludak, sehingga menimbulkan kerumunan akhirnya kita batasi. Jadi sehari itu lima ratus (500) orang,” ujarnya.

Diungkapkan pria yang kerap disapa dr Jack itu, vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat umum ada dua jenis. “Yang kita berikan kepada masyarakat itu vaksin Sinovac dan Astrazeneca,” terangnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Terima Bantuan Oksigen Concentrator

Menurut dia, dominan warga yang datang untuk divaksinasi berasal dari Kota Mataram. Sedangkan pemberian vaksinasi, masih kata dr Jack, akan dilakukan sebanyak-banyaknya.

Meski demikian, lanjut mantan Direktur RSUD Kota Mataram tersebut, kembali lagi tergantung dengan stok vaksin yang tersedia. “Kalau stok (Vaksin di RSUD) masih cukup. Makanya kita gencarkan vaksin dimasa PPKM ini,” demikian dr Jack.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan cakupan vaksinasi COVID-19 bagi warga di 10 kabupaten/kota se-NTB mencapai 11,90 persen dari target sasaran 3.377.147 jiwa.

“Target sasaran vaksinasi di NTB itu 70 persen dari total jumlah penduduk di NTB sekitar 5.000.000 jiwa lebih,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB-H Lalu Hamzi Fikri.

Baca Juga:  Ditargetkan 41 Ribu Vaksin Perhari untuk Lombok Tengah

Terkait hal itu, pihaknya mengaku terus melakukan percepatan dengan membuka layanan vaksinasi pada semua fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di NTB. Yakni salah satu upayanya, mata dia, memberikan layanan vaksinasi COVID19 massal dengan sasaran mulai dari usia 12 tahun keatas.

Bahkan, lanjutnya, animo masyarakat begitu tinggi melakukan vaksinasi COVID19 setelah dibuka usia 12 tahun keatas. Tapi, hal itu juga sangat tergantung dari ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat.

“Untuk percepatan kami bahkan sudah meminta stok vaksin 6.754.294 dosis lebih atau dua kali lipat dari target sasaran 3.377.147 jiwa, dengan ketentuan untuk stok dosis pertama dan kedua namun realisasinya diberikan bertahap,” kata Hamzi Fikri.

Baca Juga:  Suka Duka Petugas Vaksinator Menembus Medan Sulit di Lombok Tengah

Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi masyarakat umum, NTB sudah masuk tahap ketiga. Bahkan, progres vaksinasi di NTB, mirip-mirip dengan progres nasional dengan cakupan dosis pertama 11,90 persen dan dosis kedua 5,43 persen.

“Dengan melihat cakupan tersebut, NTB bisa dikatakan serapan bagus. Sebab, begitu vaksin datang langsung kita distribusikan,” ungkap mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini.

Lebih jaub dikatakannya, dosis vaksin yang diterima selama ini rata-rata vaksin Sinovac, dan hanya sebagian kecil vaksin Astrazeneca. “Untuk pendistribusian kita berikan sesuai permintaan dan selama ini yang menggunakan vaksin AstraZeneca masih dari kalangan TNI/Polri,” tutup HL Hamzi Fikri. (red) 

Artikel sebelumyaLKBH IISBUD SAREA Teken MoU dengan FA Law Office Sumbawa
Artikel berikutnyaSalurkan Sembako dan Hewan Qurban