KESEHATAN

Rumah Sakit Diminta Terapkan Manajemen Efisiensi Oksigen

77
Direktur RSUD NTB dr HL Herman Mahaputra (kiri), Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri (tengah), dan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah (kanan).

MATARAM — Oksigen dimasa pandemi COVID19 menjadi penting. Terutama ketersediaan oksigen di rumah sakit lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menangani pasien COVID19.

Oleh karenanya, penggunaan oksigen harus diperhatikan betul penggunaannya. Berkaitan dengan oksigen, Gubernur NTB memimpin Rakor Satgas Oksigen, Senin (9/8) di Mataram.

Dikesempatan itu, Dr H Zulkieflimansyah-Gubernur NTB meminta kepada seluruh stakeholders terkait agar terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota.

Ini menurut Gubernur menjadi penting, sehingga penggunaan oksigen dapat diefisienkan. Dengan harapan, agar kebutuhan oksigen tetap dapat dikendalikan.

Baca Juga:  Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Terima Bantuan Oksigen Concentrator

“Efisiensi oksigen harus segera dikoordinasikan agar optimal pemanfaatannya,” pinta Gubernur dengan tegas pada saat Rakor di Ruang Rapat Utama (RRU) lingkup kantor Gubernur NTB.

Hal senada juga disampaikan dr H Lalu Herman Mahaputra selaku Direktur RSUD NTB. Ditegaskannya, bahwa manajemen efisiensi oksigen menjadi penting.

“Seluruh Rumah Sakit harus dapat memahami bagaimana kebutuhan oksigen yang ada di rumah sakitnya masing-masing,” kata Dokter Jack kerap Direktur RSUD NTB disapa.

Manajemen efisiensi yang dimaksud Dokter Jack, yakni antara lainnya melakukan koordinasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk penyapihan pemberian oksigen pasien.

Baca Juga:  Ditargetkan 41 Ribu Vaksin Perhari untuk Lombok Tengah

Kemudian mengoptimalkan penggunaan dan distribusi oksigen kosentrator, memonitor kebutuhan oksigen secara ketat. Bila kondisi membaik, lanjut dia, segera hentikan pemberian dan melakukan skrining ketat di IGD untuk menentukan kriteria pasien butuh perawatan atau isoman.

“Kita sudah melakukan itu di RSUD Provinsi NTB sebagai salah satu RS rujukan dan begitu banyak pasiennya. Saya pikir Rumah Sakit lain juga harus bisa,” kata Dokter Jack.

Kebutuhan oksigen di Provinsi NTB perbulan terhitung 283.196 Kg atau 35.490 tabung besar, sementara ketersediaan tabung perbulannya terhitung 220.000 Kg atau 27.500 tabung besar.

Baca Juga:  Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Terima Bantuan Oksigen Concentrator

Hal ini terus diatensi oleh Pemerintah NTB dengan menerapkan strategi, yakni Efisiensi penggunaan, memastikan distribusi tepat waktu dan mengoptimalkan oksigen kosentrator atau oksigen generator.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr H Lalu Hamzi Fikri, bahwa efisiensi penggunaaan oksigen adalah cara terbaik dalam mengoptimalkan penggunaan.

“Seberapa jumlah oksigen yang ada, harus adanya manajemen efisiensi penggunaan oksigen,” demikian singkat Kadikes NTB. (red) 

Artikel sebelumyaPrabowo Kembali Tunjuk HBK Pimpin BPD Partai Gerindra
Artikel berikutnyaPD NWDI SUMBAWA : SELAMAT TAHUN BARU ISLAM