KESEHATAN

Suka Duka Petugas Vaksinator Menembus Medan Sulit di Lombok Tengah

73

NUSRAMEDIA.COM — Percepatan vaksinasi di NTB tidak lepas dari adanya peran para tenaga kesehatan/petugas vaksinator dilapangan. Tak kenal waktu, mereka bekerja siang dan malam. Itu semua, demi memberikan pelayanan vaksin kepada masyarakat agar vaksinasi dapat optimal. Adapun sejumlah kisah suka duka yang dialami para petugas vaksinator.

Seperti yang dialami Yulia Supiana (36) dan Meri Juliani (32), dua orang perawat di Puskesmas Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Yulia dan Meri mengalami luka-luka setelah terjatuh akibat sepeda motor yang digunakan terperosok masuk ke jalan yang berlubang.

“Kejadiannya sekitar jam 9 malam, waktu kita baru layani vaksinasi warga di Dusun Nyangget. Tangan kiri saya bengkak, dan Meri kakinya luka-luka,” kata Yulia, Jumat (24/9) kemarin. Diungkapkan Yulia, Kamis sore (23/9) lalu, ia bersama perawat lainnya, yakni Meri menuju Dusun Nyangget, Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata.

Sebelumnya mereka baru saja melayani vaksinasi di Dusun Repuk Empok. Sampai di Dusun Nyangget sekitar pukul 16.00 Wita, mereka berdua langsung melakukan vaksinasi untuk sekitar 100 warga yang terdaftar. Melakukan vaksin untuk 100 orang bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu dan kesabaran. “Kita mulai jam 4 atau setengah 5, dan baru selesai jam 9 malam,” kata Yulia.

Baca Juga:  Sambut Balapan Dunia, Dokter Jack : Kita Bisa dan Mampu Jalankan Tugas dengan Baik!

“Karena memang warga agak sulit dikumpulkan. Beruntung ada pak Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang membantu,” imbuhnya. Dalam kondisi letih, Yulia dan Meri kemudian pulang ke Desa Pringgarata. Namun di tengah perjalanan, mereka terjatuh lantaran sepeda motor masuk ke dalam lubang dijalan.

“Jalannya memang rusak dan berlubang. Kondisi malam itu juga gelap sekali. Meri yang bawa motor, tidak sadar ada lubang. Akhirnya kami terjatuh,” katanya. Menurut Yulia, meski mengalami kecelakaan ringan dan membuatnya terluka, namun ia mengaku tetap bahagia. Karena masyarakat di Pringgarata umumnya sangat antusias menerima vaksinasi.

“Iya kami tetap semangat dan bahagia bisa ikut mensukseskan vaksinasi, dan masyarakat juga antusias,” katanya. Yulia dan Meri adalah dua dari tujuh anggota tim vaksinator Puskesmas Pringgarata yang selama ini aktif turun ke medan-medan sulit untuk melayani vaksinasi masyarakat.

Baca Juga:  RSUP NTB Lakukan Berbagai Upaya Maksimal Sukseskan WSBK

“Tim kami ada enam orang, tujuh sama bu dokter. Sementara teman perawat lain harus tetap standbay di Puskesmas melayani masyarakat yang lain,” katanya. Yulia dan Meri juga merasa termotivasi. Sebab pada Jumat (24/9), Direktur Pamobvit Polda NTB, Kombes Pol Turmudi bersama Wadir Sabhara AKBP Wakhid sebagai Pamatwil Kecamatan Pringgarata, langsung datang untuk menyambangi keduanya.

Direktur Pamobvit Polda NTB, Kombes Pol Turmudi mengatakan, kedatangannya untuk memastikan kondisi dua nakes yang mengalami kecelakaan ringan usai melaksanakan kerja vaksinator. Ia juga mengapresiasi kinerja para nakes seperti Yulia dan Meri. Meski banyak tantangan dan kendala dalam melakukan vaksinasi, mereka tetap berjibaku demi tercapainya proram vaksinasi ini.

“Kami tentu sangat mengapresiasi para nakes yang sudah berjibaku di lapangan. Termasuk yang mengalami kecelakaan karena medan yang sulit dan jalan yang rusak ini,” katanya. Dalam kunjungannya Dir Pamobvit Polda NTB juga menyalurkan puluhan trai telur ayam untuk para petugas Vaksinator di Pringgarata. “Kami harus membangun tim yang solid dan kompak, sehingga mampu menumbuhkan spirit kebersamaan untuk mencapai tujuan herd imunity,” kata Dir Pamobvit.

Baca Juga:  RSUP NTB Lakukan Berbagai Upaya Maksimal Sukseskan WSBK

“Ikatan emosional yang terbangun akan memudahkan kami menggerakkan mesin mesin manajemen vaksinasi. Ini adalah atensi bapak Kapolda agar kami menjalin kerjasama yang baik dengan tim di lapangan baik babinsa, babinkamtibmas, kades dan tim medis maupun vaksinator. Arahan Kapolda agar tim di lapangan harus bekerja dengan senang dan bahagia,” tambahnya.

Dibalik kisah Yulia dan Meri, di harapankan masyarakat umumnya juga bisa berempati bahwa partisipasi untuk vaksinasi sangat diperlukan. Sebab, tugas dan tanggungjawab para nakes atau vaksinator penuh dengan resiko. Tak hanya membutuhkan tenaga dan waktu, tetapi mereka juga harus berjibaku melayani hingga pelosok-pelosok pemukiman. (red) 

Artikel sebelumyaIKA Unram Gandeng Bank NTB Syariah Terbitkan Kartu Alumni
Artikel berikutnyaPulau Lombok Deklarasikan Sandiaga Uno Maju Presiden 2024