KESEHATAN

Target Vaksinasi di Lombok Tengah Hampir Rampung

67
Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama Direktur RSUD NTB, HL Herman Mahaputra di Kantor Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Senin (4/10).

NUSRAMEDIA.COM — Sebanyak 85 persen capaian vaksinasi telah tercapai dari target 85 ribu orang di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan  keseluruhan Lombok Tengah telah mencapai 65 persen dari target 70 persen vaksinasi jelang gelaran World Superbike November depan.

Provinsi NTB, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, dalam waktu dekat menjadi tuan rumah balap seri pamungkas musim kejuaraan dunia World Superbike (WSBK). “Jangan sampai, event yang sudah kita nantikan menjadi kluster baru COVID19,” kata Wagub di Kantor Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Senin (4/10).

Dikatakan, serbuan vaksinasi oleh Pemda, Polri dan TNI di Kabupaten Lombok Tengah akan segera tuntas terutama entry data dan vaksinasi kedua yang menjadi ukuran target 70 persen sesuai syarat penyelenggaraan WSBK.

“Terimakasih kepada masyarakat yang telah ikut vaksinasi, karena kita semua sebenarnya sama-sama sedang berada di perahu besar yang sedang mengalami bocor dimana-mana,” ujar Wagub.

“Terimakasih telah ikut menambal kebocorannya dengan ikut vaksinasi. Bagi yang belum, ayo segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Pandemi belum usai, bersama-sama kita menambal kebocoran perahu ini, agar kita lebih cepat melaju kembali,” demikian ia menambahkan.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Provinsi NTB, H Lalu Herman Mahaputra turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan NTB, L Hamzi Fikri mengatakan, secara umum ia optimis Loteng khususnya akan segera memenuhi target 70 persen.

“Soal data, sasaran vaksinasi juga belum tentu real dengan kondisi lapangan karena banyak warga Pujut yang vaksinasi diluar selain yang tertunda vaksinasinya karena comorbid (penyakit bawaan) dan lain lain. Tapi itu tidak masalah,” tutup Dokter Jack. (red) 

Artikel sebelumyaDiskominfotik Dukung Program Kerja PR Ambasador NTB
Artikel berikutnyaLIDIK NTB Minta PMI Segera Bayar Pekerjaan Sumur Bor Rp 1,7 Miliar