NASIONAL

NTB Melesat Diperingkat Pertama Nasional

130

MATARAM — Setelah sebelumnya berada diposisi paling buncit, kini Provinsi Nusa Tenggara Barat melesat ke peringkat pertama secara Nasional dalam pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah 2021.

Pengukuran dan penilaian indeks inovasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Demikian dikatakan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy, Kamis (5/8) di Mataram.

Bahkan kemarin, kata dia, ia juga telah mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) NTB usai webinar, Best Practice Inovasi Daerah Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021.

Menurut pria yang kerap disapa Doktor Najam itu, posisi NTB saat ini masih bersifat sementara. NTB, lanjutnya, menempati posisi paling puncak dalam kategori provinsi.

“Hingga saat ini, data sementara yang dipaparkan Kepala Badan Litbag Kemendagri, Provinsi NTB menempati urutan pertama kategori Provinsi,” ujar mantan Kepala Biro Humaspro Setda NTB tersebut.

Untuk terus menjaga posisi peringkat pertama hingga batas waktu penginputan inovasi, kata dia, harus segera dilakukan input data-data inovasi yanh belum masuk ke Kemendagri.

Kalau pelaporan sebelumnya, ungkap dia, ada 35 inovasi milik Pemrov NTB yang telah masuk ke Litbang Kemendagri dengan data dan dokumen pendukung yang komprehesif dan divalidasi.

Sementara itu, Kepala Badan Litbag Kemendagri Dr A Fatoni mengatakan, ada 5 besar provinsi dengan kategori inovatif. Provinsi NTB meraih posisi pertama, disusul Jawa Tengah, Papua, Sumatera Selatan dan NTT. “Data ini laporan pertanggal 4/8/2021. Namun data ini bersifat sementara akan terus bergerak,” jelasnya.

Doktor Agus Fathoni, meminta daerah untuk melaporkan dan menyampaikan semua data inovasi daerah untuk dilakukan pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah.

Sedangkan Kepala Bidang Litbang NTB Lalu Suryadi menjelaskan, input data dengan syarat yang komprehensif bagi OPD yang belum, diberikan waktu hingga 17 September 2021. “Ini sesuai perpanjangan waktu yang diberikan oleh Kemendagri,” paparnya.

Selain itu, penginputan ini agar memperhatikan syarat umum dan kelengkapan pelaporan hasil inovasi yang merupakan terobosan baru.

“Hingga saat ini ada 50 inovasi yang telah di input oleh OPD. Target kita sampai akhir Agustus sudah selesai dan awal September waktu untuk penyempurnaan dan perbaikan hingga sempurna,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaAngka Hunian Hotel dan Jumlah Penumpang Datang ke NTB Alami Kenaikan
Artikel berikutnyaPKS Gelar Vaksinasi Massal, Johan : “Aman dan Halal, Jangan Takut!”