PARIWISATA

99 Desa Wisata Terobosan Pulihkan Ekonomi

97

MATARAM — Nampaknya program unggulan 99 Desa Wisata yang sedari awal digagas pada kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yaitu Dr H Zulkieflimansyah-Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) menjadi bukti jalan keluar pemulihan ekonomi pasca musibah gempa dan pandemi COVID19 saat ini.

Hal itupun dipertegaskan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr Najamuddin Amy pada acara Bincang Gemilanf yang mengangkat tema Desa Wisata pada Jum’at (25/6) kemarin di Hotel Astoria, Kota Mataram.

“Terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi oleh Gubernur Bang Zul dan Wagub Ummi Rohmi dengan program unggulan 99 Desa Wisata sangat terasa. Karena sekarang pemulihan ekonomi itu dilakukan dengan pemberdayaan potensi masyarakat sendiri,” kata pria yang akrab disapa Bang Najam ini.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Beberapa diantaranya, sebut dia, adalah pemberdayaan UKM/IKM dengan produk lokal di Jaring Pengaman Sosial atau JPS Gemilang dan progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan agenda event internasional.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, menurut dia, pengembangan Desa Wisata untuk mendukung kebangkitan pariwisata akan mendatangkan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat selain membangkitkan lagi industri pariwisata sebagai sektor andalan selain pertanian, kelautan dan lainnya.

Bahkan, Sekretaris Dinas Pariwisata, L Hasbul Wadi menyebut Desa Wisata saat ini dihajatkan tidak lagi menjadi alternatif wisata. Ditahun ketiga ini, pengembangan Desa Wisata dengan konsep pentahelix harus dikelola bersama oleh kabupaten/kota, stakeholder terkait.

Termasuk pula, lanjut pria yang kerap disapa Wadi itu, yakni perguruan tinggi, komunitas lokal dan dunia usaha agar menghadirkan pariwisata berkualitas dari jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan. “Sampai tahun kedua ada 41 Desa Wisata yang sudah ada dan 16 di tahun ketiga ini yang disiapkan dengan tata kelola yang baik,” katanya.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Kemudian ditambahkan I Made Pari Wijaya selaku Perwakilan ITDC, BUMN yang saat ini mengelola KEK Mandalika, pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya. Namun, pengerjaan proyek bernilai triliunan itu menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar dan NTB.

“Terkait Desa Wisata ada tambahan dua hal selain aksesibilitas, keramahan dan atraksi. Tapi juga promosi dan masyarakat agar benar-benar siap menjadi tuan rumah dengan memberikan rasa aman bagi wisatawan,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager Hotel Lombok Astoria, Saeno Kunto mengatakan, faktor keamanan dalam industri pariwisata sangat penting. Ia mengungkapkan, Lombok Astoria dapat bertahan di masa pandemi tidak dengan melakukan PHK.

Baca Juga:  Threeo Event Planner Gelar Audisi Mister Tourism Indonesia NTB 2021 di Sumbawa 

Karena, menurut dia, dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan. Selain itu, dalam mengemas produk, ia menekankan pada promosi by experience. Karena dengan pengalaman layanan yang baik, tamu akan mengulang kunjungannya.

“Pekerjaan rumah terbesar kita pelaku industri pariwisata adalah bagaimana menjadi tuan rumah yang baik dengan pengelolaan aksi dan aset yang benar,” demikian ucap Kunto. Sekedar informasi, Lombok Astoria Hotel adalah salah satu hotel di NTB yang tingkat huniannya dimasa pandemi diatas 50 persen dengan 165 kamar terisi. (red) 

Artikel sebelumyaGubernur NTB Raih Anugerah Best Inspiring Tourism Initiative
Artikel berikutnyaPertanggungjawaban APBD NTB 2020 Disetujui Jadi Perda