PARIWISATA

Dewi Tete Batu Siap “Tempur”

72

MATARAM — Wakil Indonesia lomba desa wisata terbaik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Desa Wisata (Dewi) Tete Batu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur-NTB, nyatakan siap “tempur”. Tete Batu akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk bisa keluar sebagai pemenang.

Desa Tete Batu tidak bekerja sendiri, karena Tim Pendampingan bentukan Dinas Pariwisata siap tancap gas mengambil peran penataan dan pembinaan. “Mari kita luruskan niat, membantu NTB mensukseskan lomba wisata UNWTO,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi.

“NTB merupakan wakil Indonesia. Ada tugas mulia dan menjadi tanggung jawab besar bagi NTB untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” imbuh Kadispar NTB usai meresmikan dibentuknya Tim Pemenangan Desa Wisata Tete Batu, Senin (30/8) kemarin di Mataram.

Tim Pendamping Desa Wisata Tete Batu, akan bekerja dan membantu Desa Tete Batu menyiapkan segala aspek yang dinilai asessor UNWTO (United Nation World Tourism Organitation) diajang lomba the best village 2021.

“Tim akan turun secara intens melakukan pemantauan, termasuk akan melaporkan progres pembenahan Desa Tete Batu sembari assesor UNWTO selesai melakukan penilaian,” ujar Yusron.

“Meski Tete Batu sudah menyatakan siap berkompetisi, namun banyak aspek perlu mendapat sentuhan perbaikan agar lebih sempurna,” tambah mantan Kepala Dislutkan NTB itu.

Ketua Tim Pendamping Desa Tete Baty, Alus Mandala menyatakan optimis akan persiapan Desa Tete Batu, dukungan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi NTB, bisa menjadikan Desa Tete Batu siap ‘tempur’ mengikuti lomba.

“Kita harus tetap optimis lomba desa wisata terbaik dunia ini dapat memberi manfaat besar untuk Indonesia, NTB dan khususnya Lombok Timur. Wabil khusus Desa Tete Batu sendiri. Jika lomba ini bisa kita menangkan maia itulah bonus,” katanya.

Karena alasan ini, sambung Alus Mandala, warga Desa Tete Batu khususnya, harus mendukung usaha pemerintah dan tim pendampingan untuk mencapai harapan itu.

“Harus kompak. Harus optimis dan berbuat untuk kemajuan pariwisata. Itu dulu niatnya. Bahwa kita berbuat untuk pariwisata NTB,” tegasnya.

Tim pendamping lomba desa UNWTO ini, akan mengarahkan perhatian pembenahan pada sembilan sektor. Sembilan sektor pembenahan ini sesuai dengan indikator penilaian tim assesor.

Diantaranya mengidentifikasi sumber daya malam dan budaya, kelestarian lingkungan, keberlanjutan ekonomi warga setempat dan indikator lain yang dijadikan acuan penilaian lomba lainnya.

Secara teknis, pendampingan Desa Tete Batu juga melibatkan dinas lain (lintas sektoral) yang terkait dengan kebutuhan penataan. Perbaikan infrastruktur berkaitan dengan Dinas Pekerjaan Umum.

Kemudian penataan ekonomi dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) Dinas Perindustrian dan Perdagangan diharapkan mampu ‘memolesnya’ menjadi lebih baik.

“Masih ada waktu untuk berbenah. Waktu yang tersisa harus kita manfaatkan maksimal agar perjuangan semua pihak bisa lebih berarti. Tujuan akhir kami adalah menjadi pemenang,” tutup Alus Mandala. (red) 

Artikel sebelumyaPemprov NTB Dorong Kolaborasi Hasilkan Konten Tayangan Berkualitas
Artikel berikutnyaPEMPROV NTB : DIRGAHAYU LOMBOK TIMUR KE-126